Tokopedia Dikabarkan Bakal PHK Besar-besaran 90 Persen Karyawan
Kamis, 2 Juli 2026 | 12:04
Platform e-commerce Tokopedia dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar.
TANGERANGNEWS.com-Banjir yang terjadi di Kelurahan Bakti Jaya RT 6 RW 1 Bakti Jaya Pocis, Kecamatan Setu, membuat warga kesal dengan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie.
Sebab, Pemerintah Kota Tangsel disebut tidak mampu memberikan penanganan yang dapat menghentikan banjir di daerah tersebut. Terlebih, Wali Kota Tangsel menyebut kerugian masyarakat atas banjir itu tidak banyak. Hal itu menyulut kekesalan masyarakat di Kecamatan Setu tersebut.
“Enggak ada penanganan serius dari Pemkot Tangsel. Karenanya, warga kalau enggak ada halangan besok mau turun (demo) blok jalan di McD Serpong Jaya. Ini banjir sudah terjadi sejak 2019, semakin tinggi dan semakin parah. Ini sudah keenam kali,” kata Mahmudin kepada TangerangNews, hari ini.
Menurut dia, kekecawaan warga bertambah dengan klaim Wali Kota Tangsel yang menyatakan bahwa kerugian masyarakat tidak banyak. “Sedada orang dewasa yang benar saja enggak ada kerugian banyak. Ini penyebabnya, gorong-gorong di jalan provinsi sudah enggak menampung debit air hujan,” katanya.
“Selain itu belum ada bantuan apa pun. Dari H-1 lebaran sampai hari ini lebaran, belum ada bantuan apa pun,” jelasnya.
Platform e-commerce Tokopedia dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah merumuskan skema kebijakan untuk merespons sejumlah keluhan yang disampaikan oleh komunitas pengemudi ojek online (ojol) roda dua dan roda empat.
Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews