Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Pelecehan yang terjadi kepada salah seorang anak yang dicolek-colek oleh pria berinisial ABS di Bintaro Xchange Mall Tangsel tidak berakhir dengan damai. Hal itu diungkapkan DY 25 tahun ibu dari korban.
Dia mengaku melihat dengan jelas peristiwa itu karena ketika kejadian dirinya sedang ngobrol dengan putranya itu. Tiba-tiba saja pelaku datang dari arah belakang ortu Korban dan langsung melakukan tindakan tersebut.
"Jadi saya lagi ngobrol sama anak saya. Anak saya kan tingginya selengan saya, ya. Saya lagi ngobrol sama dia karena mau nonton Tayo, itu kan ada acara live show Tayo," ujar DY seperti dikutip detik.
DY menjelaskan saat itulah tiba-tiba pelaku datang dan mencolek anaknya. Anak DY berjenis kelamin laki-laki berusia 7 tahun. "Usai melakukan dia tampak senyum," katanya.
Baca Juga :
Sementara itu, polisi telah melakukan mediasi. Kemudian menyebutkan orang tua korban menerima hasil mediasi setelah mengetahui pelaku, ABS ,33, adalah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).
Namun, ortu korban membantah bahwa kasusnya berakhir damai, melainkan hanya 'di-hold' untuk sementara waktu.
Menurut DY, kasus itu tidak berakhir damai begitu saja tetapi 'di-hold'. DY mengatakan belum ada keterangan dari psikiater yang menyebutkan bahwa pelaku ODGJ sehingga menurutnya laporannya 'di-hold' dulu.
"(Pelaku) diajak ngomong juga tidak jawab atau jawabnya juga ke mana-mana akhirnya polisi menduga bahwa dia gila. Itu kan belum ada surat dari ahlinya psikolog atau psikiater yang menyatakan bahwa dia ODGJ, akhirnya kemarin di-hold," kata DY.
Dia berharap jika benar ABS merupakan ODGJ, harus lama menjalani perawatan di RSJ. Jika tidak ODGJ, dia bakal melaporkan peristiwa itu lebih lanjut.
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Mendengar diagnosis kanker payudara stadium lanjut kerap memicu kepanikan, rasa sedih, hingga perasaan putus asa pada pasien dan keluarga. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai garis akhir karena penyakit dinilai sudah sulit disembuhkan.
Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews