Kemasan Milo dan Kopi Isi 3,4 Kg Bahan Baku Ineks Cair Diselundupkan 2 WN Cina di Bandara Soetta
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:46
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan jaringan internasional.
TANGERANGNEWS.com-Maskapai Wings Air memberikan layanan penerbangan perdana berjadwal di Bandara Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mulai Jumat 5 Agustus 2022.
Adapun penerbangan awal dari Pondok Cabe diawali ke rute tujuan Purbalingga, Jawa Tengah, dengan jadwal terbang Pukul 08.20 WIB.
Sesuai jadwal, penerbangan dari Bandara Pondok Cabe ke rute tujuan Purbalingga dan Pondok Cabe-Cepu Blora, pergi-pulang dilaksanakan setiap Jumat. Dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72 yang mampu menampung 72 orang kapasitas penumpang.
Layanan penerbangan komersil perdana dari Pondok Cabe ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, dan petinggi maskapai, Daniel Putut Kuncoro.
Bambang Soesatyo mengharapkan agar penerbangan perintis ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah tersebut bisa memberi dampak positif terhadap kemajuan ekonomi di daerah.
"Khususnya daerah-daerah yang selama ini nanggung untuk ke pusat kota," kata Bambang.
Bambang mengaku, telah sejak lama memperjuangkan adanya moda transportasi udara perintis ke daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya besar, tetapi terkendala akses transportasi tersebut.
Namun dia juga berharap, harga bahan bakar pesawat (Avtur), bisa kembali ditekan agar layanan penerbanga perintis dari Jakarta ke daerah menjadi lebih efisien.
"Biaya cukup tinggi, kalau sekarang Rp1,4 juta kalau dulu Rp800 ribuan, karena avtur naik. Sementara komitmen penerbangan perintis itu krusial," jelasnya.
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan jaringan internasional.
TODAY TAGMasuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews