Connect With Us

Tangsel Hasilkan 391 Ton Sampah Selama Cuti Bersama Idul Fitri, Paling Banyak dari Ciputat

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 27 April 2023 | 12:52

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Drs. Toto Sudarto, MSi menyampaikan pada hari Minggu (7/6/2020) bahwa normalisasi TPA Cipeucang akan terus dilakukan sampai selesai. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Tercatat sebanyak 391 ton sampah dihasilkan selama periode libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 2023 di Tangerang Selatan (Tangsel).

Sampah tersebut dihasilkan hanya dalam kurun waktu dua hari, yakni 24 sampai 25 April 2023 dikutip dari detik.com Kamis, 27 April 2023.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Firdaus mengatakan, TPA Cipeucang tidak menerima sampah masuk pada tanggal 22-23 April lantaran petugas tengah libur Lebaran.

Sementara pada dua tanggal tersebut, TPA Cipeucang menerima 132.460 kg sampah pada Senin, 24 April dan 259.210 kg sampah pada, Selasa 25 April.

"Tanggal 24 April 2023 sebanyak 132.460 kg. Tanggal 25 April 2023 sebanyak 259.210 kg," ujar Firdaus.

Menurut Firdaus, sampah paling banyak datang dari Kecamatan Ciputat dengan didominasi jenis sampah rumah tangga.

"Didominasi sampah rumah tangga, paling banyak dari Kecamatan Ciputat," katanya.

Namun jumlah tersebut, kata Firdaus, justru menurun jika dibandingkan rata-rata sampah harian di luar libur dan cuti bersama Idul Fitri.

Padahal, biasanya TPA Cipeucang dapat menerima sampah hingga sebanyak 400 ton per hari. Firdaus menduga hal ini disebabkan karena warga Tangsel banyak yang melakukan mudik Lebaran.

"Penurunan malah, mungkin karena sebagian warga Tangsel mudik. Rata-rata harian sampah (sebelum libur lebaran) yang masuk sekitar 400 ton/hari," pungkasnya.

NASIONAL
UU PPRT Resmi Berlaku, Cegah Eksploitasi hingga Pelecehan ART

UU PPRT Resmi Berlaku, Cegah Eksploitasi hingga Pelecehan ART

Rabu, 22 April 2026 | 19:15

Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) disahkan menjadi undang-undang.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill