Connect With Us

Ini Alasan Penderita GERD Sebaiknya Tak Makan Seblak Cobek Viral

Redaksi | Senin, 3 Juli 2023 | 17:36

Seblak Cobek viral ala Mamang Rafael Smash (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Belakangan ini banyak produsen makanan yang memvariasikan produk jualannya agar lebih menggugah selera, seperti dengan menambahkan rasa ekstra pedas, salah satunya yang sedang viral seblak cobek. 

Makanan pedas ini memang menjadi kecintaan bagi beberapa orang karena dianggap kurang “sah” ketika disajikan dengan rasa biasa. 

Cabai memang dapat digunakan sebagai pengobatan radang serta melancarkan sirkulasi peredaran darah dalam tubuh, sehingga saat mengkonsumsi makanan pedas, darah dalam tubuh menjadi mengalir lebih cepat yang membuat racun dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui keringat.

Walaupun makan makanan pedas dengan ekstra cabai dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, ternyata makanan penggugah selera dengan berbagai level ini tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan lambung seperti GERD.

Konsultan Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital BSD Tangerang Selatan dr. Dedy Gunawanjati Sudrajat, Sp.PD-KGEH, FINASIM menjelaskan, Gastroesophageal Reflux Disease atau dikenal dengan GERD merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada saat asam lambung kembali naik ke kerongkongan, ini disebabkan karena sfingter esofagus bagian bawah rileks dan memungkinkan asam lambung naik.

Bagi penderita GERD mengkonsumsi makanan pedas dapat selalu mengakibatkan GERD tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa orang mengkonsumsi makanan pedas tanpa efek samping. 

Hanya mengkonsumsi makanan pedas yang mengandung senyawa capsaicin ini dapat membuat kerongkongan menjadi iritasi sehingga menyebabkan sensasi terbakar dan berpotensi memperburuk gejala asam lambung. 

Makan makanan pedas dengan bumbu masakan seperti kunyit dan jahe memiliki efek anti-inflamasi dan berpotensi bermanfaat bagi penderita GERD, jadi tidak semua makanan pedas dibuat dari bumbu yang sama.

Namun guna lebih aman dan menurunkan risiko GERD, dianjurkan untuk menghindari konsumsi makanan pedas yang berlebihan.

Ada beberapa sebab mengapa konsumsi makanan pedas tidak dianjurkan bagi penderita GERD seperti:

  1. Makanan pedas memiliki kandungan asam yang tinggi, ini dapat memicu naiknya kadar asam lambung yang berdampak dapat memungkinkan merasa sakit perut atau mulas.
  2. Otot pada bagian atas perut biasanya menyimpan isi perut. Makanan pedas ini dapat melemahkan otot perut yang berdampak pada asam lambung dapat naik kembali dari perut ke kerongkongan
  3. Selain memiliki kandungan asam yang tinggi, makanan pedas umumnya memiliki kandungan lemak yang tinggi. Makanan tinggi lemak ini memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna dalam lambung, sehingga berpotensi meningkatkan kadar asam lambung.

Bagi yang memiliki masalah kesehatan lambung seperti GERD ini memang diperlukan perhatian khusus, karena apabila sudah cukup parah ini akan menjadi masalah serius yangmengakibatkan:

  1. Kerongkongan mengalami penyempitan sehingga sulit menelan.
  2. Luka terbuka terbuka atau tukak di dinding kerongkongan dapat menimbulkan pendarahan, nyeri dan sulit menelan.
  3. Barrett's esophagus yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker esofagus.

Jika GERD masih dalam tahap ringan dapat ditangani sementara dengan cara:

1. Mengkonsumsi Air Jahe

Air jahe memang memiliki banyak khasiat, cara konsumsinya dengan merebus jahe dan mengonsumsi secara perlahan.

Walaupun berkhasiat, diperlukan untuk menjaga kadar konsumsinya, karena terlalu banyak mengkonsumsi jahe justru akan membuat perut menjadi panas. Batasi konsumsinya hanya kurang dari 3 gram/hari.

2. Mengonsumsi Susu Tanpa Lemak

Susu mengandung alkali, susu juga disebut sebagai minuman yang mampunmeredakan rasa perut mulas akibat GERD. 

Namun, susu tidak dapat dikonsumsi semua orang, terutama bagi yang memiliki intoleransi terhadap protein susu. Pilih susu tanpa lemak, karena lemak dapat memicu refluks asam lambung.

3. Tidak Tidur Setelah Makan

Bersantai setelah makan memang hal menyenangkan. Tapi tetaplah duduk beberapa menit setelah makan. 

Usahakan juga berikan jeda sekitar 2 - 3 jam setelah makan sebelum tidur.

Masalah kesehatan organ dalam tubuh memang tidak dapat dilihat secara langsung dengan kasat mata, perlu pemeriksaan khusus untuk dapat memastikan masalah yang terjadi.

Penentuan diagnosa seperti GERD ini dapat dilakukan dengan menggunakan pH Metri Impedance-24 jam, manometri esofagus, dan endoskopi saluran cerna atas (esofagogastroduodenoskopi) bersama dokter.

PH Metri Impedance merupakan metode yang dapat digunakan dokter untuk mengevaluasi refluks asam dan non-asam dari perut pasien dengan kateter yang dimasukan ke kerongkongan melalui hidung untuk melihat seberapa sering asam dari lambung naik kembali ke kerongkongan dan mendiagnosa GERD.

Meski kateter akan tetap terpasang selama 24 jam, Anda akan tetap dipersilakan untuk makan, minum, tidur, dan melakukan aktivitas normal. 

Dokter dapat memperoleh informasi tentang kadar asam dan aktivitas kerongkongan lainnya sepanjang hari selama proses pemeriksaan berlangsung.

Masyarakat diimbau agar selalu untuk konsumsi makanan dengan nutrisi gizi seimbang berupa sayuran dan makanan kaya protein serta jangan lupa untuk konsumsi buah yang tidak terlalu asam, seperti semangka, alpukat, dan melon. 

Selain itu, selalu kontrol kesehatan dengan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan yang memiliki dokter spesialis serta teknologi komprehensif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KAB. TANGERANG
Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:08

Polisi yang terlibat kericuhan pada saat turnamen Pekan Olahraga antar Pegawai (POP) yang mempertemukan tim dari Polresta Tangerang dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tak dikenai sanksi.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

SPORT
Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:13

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.

KOTA TANGERANG
KUA-PPAS Disahkan, Pendapatan Daerah 2027 Kota Tangerang Dipatok Rp5,1 Triliun

KUA-PPAS Disahkan, Pendapatan Daerah 2027 Kota Tangerang Dipatok Rp5,1 Triliun

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:20

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menargetkan Pendapatan Daerah sebesar Rp5,167 Triliun pada tahun 2027.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill