KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Sesosok mata pria tanpa identitas ditemukan di pinggir Kali Cisadane, Kampung Cilenggang, Liposos, RT10/04, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis 24 Agustus 2023, pagi.
Saat ditemukan jasad dalam posisi tergeletak, hanya mengenakan celana pendek hitam tanpa baju dan kondisinya sudah berbau busuk.
Berdasarkan informasi, jasad korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh warga sekitar yang melintas dekat lokasi.
"Saksi melihat jasad korban dalam keadaan tidur miring di pinggir kali. Setelah dicek ternyata sudah tidak bernyawa dan mengeluarkan bau busuk. Langsung dilaporkan ke Polsek," katanya Kapolsek Serpong AKP Darma Adi Waluyo.
Dari laporan saksi, pihaknya langsung ke lokasi melakukan olah TKP. Dari hasil pengecekan, sebagian kepala korban terbenam ke lumpur, mulutnya mengeluarkan cairan seperti arah. Tapi ditemukan bekas luka kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
"Korban diduga meninggal karena terseret arus air Kali Cisadane, lalu jasadnya tersangkut pada kayu yang tertancap di pinggir kali," jelas Darma.
Para saksi dan warga sekitar pun tidak ada yang mengenali korban. Berdasarkan keterangan warga, korban merupakan orang dengan gangguan jiwa.
"Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Tangerang," terang Darma.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPotensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews