Cuma 2 Hari, Serunya Keliling Nusantara di Pesta Budaya Gading Serpong
Minggu, 5 April 2026 | 14:06
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TANGERANG-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang bersama Satuan Lalulintas Polres Metro Tangerang berencana membuka seleksi sopir Bus Rapid Transit (BRT) yang rencananya akan beroperasi pada tahun 2016. “Kami mengajak kepada para sopir angkot atau masyarakat untuk mengikuti ajang seleksi menjadi sopir BRT oleh Dishub dan Satlantas Polres,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri.
Menurut Dadi, apabila mereka memiliki kualitas mengemudi yang baik, bisa dijadikan sebagai sopir BRT yang nantinya akan mendapatkan gaji yang layak. "Pastinya harus pengemudi yang taat aturan lalu lintas dan tidak ugal-ugalan," ujarnya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Engkos Zaskasyi Ahmad mengatakan, rencananya sebanyak 10 armada BRT yang akan beroperasi di dalam kota, dengan jumlah halte sebanyak 20 titik.
“Sampai saat ini masih tahapan lelang. Dan, diperkirakan akan selesai paling lambat Desember 2015,” ujarnya. Pihaknya juga masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para sopir angkutan umum terkait rencana pengoperasian BRT ini. “Sosialisasi ini sangat penting dilakukan, untuk menghindari gejolak ketika BRT tersebut beroperasi,” jelasnya.
Dia menjelaskan, adanya BRT ini demi menciptakan transportasi massal yang mampu melayani masyarakat serta meminimalisir terjadinya kemacetan di wilayah Kota Tangerang. Armada BRT ini memiliki model seperti mini bus dengan kapasitas maksimal 50 orang.
“Sedangkan untuk uji coba, rute yang akan diajukan pada awal pengadaan adalah rute angkot T-01 (Bitung-Terminal Poris Plawad) atau T-02 (Terminal Poris Plawad-Palem Semi),” jelasnya.
#BRT Tangerang
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perubahan dalam pola pengembangan hunian.
Masyarakat sudah bisa mencairkan saldo GoPay menjadi uang tunai melalui ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI). Layanan ini hadir sebagai bagian dari kolaborasi BRI dengan ekosistem pembayaran digital untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews