Connect With Us

PNS Tangerang kini Tak 'Gaptek' Lagi

EYD | Jumat, 11 September 2015 | 18:51

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah ketika menjalani tugas dinas beberapa waktu lalu. Orang nomor satu di Kota Tangerang ini dipastikan bangga karena Pegawai Negeri Sipil di wilayahnya tak gagap teknologi lagi. (ist / tangerangnews)

TANGERANG – Manfaat Program Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) secara online yang digulirkan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah sejak 2014 kini sudah mulai dirasakan, terutama bagi seluruh PNS maupun pejabat yang bertugas di lingkup kota yang mengusung konsep smart city (kota cerdas).

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Ta ngerang Mohamad Noor mengatakan, program ini merupakan ide dari walikota yang menginginkan agar sistem penilaian kinerja pegawai lebih mudah, cepat, tepat, dan akurat serta mendorong seluruh PNS di Kota Tangerang melek Informasi Teknologi (IT) dan mampu menggunakan aplikasi berbasis IT.

”Dengan adanya sistem penilaian kinerja pegawai secara online ini, maka setiap pegawai bisa lebih cepat mengetahui hasil penilaian kinerjanya secara berkala, karena cukup melihatnya melalui aplikasi yang sudah kami buat,” ujar M Noor.

Selain itu, kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) itu, program ini merupakan salah satu program unggulan yang mengacu pada PP No 46 Tentang Penilaian Kinerja Pegawai. Dengan aplikasi ini, para pimpinan juga bisa dengan mudah memberikan penilaian terkait kinerja anak buahnya dengan menggunakan handphone yang berbasis android.

”Sistem ini juga dapat meningkatkan motivasi pegawai, karena hasil kinerja pegawai bisa dilihat dan dinilai langsung oleh pegawai,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Karir (Bangrir) BKPP Kota Tangerang Jatmiko mengungkapkan bahwa aplikasi ini sangat mudah digunakan dan tidak perlu diinstal, karena hanya membutuhkan jaringan internet. Sehingga, bisa diakses seluruh pegawai tanpa terkecuali.

”Saat ini handphone dengan aplikasi berbasis android bukan lagi jadi barang mewah dan hampir seluruh pegawai menggunakannya. Bagi kami ini adalah salah satu terobosan dalam rangka mewujudkan Kota Tangerang menjadi smart city yang merupakan program unggulan Pemkot Tangerang,” tegasnya.

Dijelaskan Jatmiko, terkait penilaian kinerja pegawai, dengan sistem SKP Online para PNS di lingkup Pemkot Tangerang, tidak perlu merasa khawatir soal standar penilaian. Hal ini lantaran sistem penilaian dilakukan secara terbuka, cepat, tepat, akurat sesuai dengan kinerja masing-masing pegawai. ”Kalau dengan sistem manual seperti dulu, kita harus menunggu pimpinan untuk tandatangan berkas, itupun tidak pasti. Sekarang semuanya serba mudah cepat dan tepat,” tegasnya.

Selain program tersebut kata Jatmiko BKPP Kota Tangerang saat ini tengah mejalankan program dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN), yaitu Pendataan Ulang PNS (PUPNS) secara online. ”Program ini sama halnya dengan sensus penduduk, bedanya yang didata hanya PNS di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Saat ini kata Jatmiko, data PNS yang ada di BKN masih berantakan dan belum valid. Oleh karena itu, pihakl BKN meminta setiap daerah untuk mendata ulang seluruh pegawai, namun dengan sistem online. ”Setiap pegawai diberikan user id oleh BKN, jadi mereka tinggal memasukan entri data pribadi sesuai dengan user id yang telah diberikan,” tuturnya.

PUPNS ini kata Jatmiko mengacu pada UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Manajemen SDM Aparatur Negara. ”Setiap pegawai wajib mendaftarkan dirinya dan harus punya e-mail sendiri. Hal ini juga secara tidak langsung, mendorong para PNS agar mampu menguasai teknologi informasi,” jelasnya.

Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri mengatakan bahwa program SKP Online yang mulai berjalan awal 2015 ini sangat memudahkan unsur pimpinan dalam memberikan penilaian kinerja bawahan secara tepat, cepat dan akurat. “Sekarang tidak perlu lagi tumpukan berkas dan waktu yang lama kalau ingin memberikan penilaian, cukup buka handphone beres,” kata pria yang kerap menggunakan kacamata itu.

KAB. TANGERANG
890 Rumah di Desa Kresek Tangerang Sudah 3 Hari Kebanjiran, Warga Mengaku Belum Dapat Bantuan Logistik

890 Rumah di Desa Kresek Tangerang Sudah 3 Hari Kebanjiran, Warga Mengaku Belum Dapat Bantuan Logistik

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:38

Banjir merendam Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dengan ketinggian 30 sentimeter sampai satu meter. Kondisi ini sudah berlangsung selama tiga hari sejak Senin 8 Maret hingga Rabu 11 Maret 2026.

BANDARA
Puncak Arus Mudik 18 Maret, Bandara Soetta Siapkan 735 Extra Flight untuk Layani 3 Juta Penumpang

Puncak Arus Mudik 18 Maret, Bandara Soetta Siapkan 735 Extra Flight untuk Layani 3 Juta Penumpang

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:00

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, resmi bersiap menghadapi lonjakan penumpang menjelang periode angkutan lebaran 1447 H / 2026.

WISATA
Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:14

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan” yang digelar di Yin & Yum All Day Dining, lantai 8

BANTEN
Warga Kota Tangerang dan Tangsel Dievakuasi dari Iran

Warga Kota Tangerang dan Tangsel Dievakuasi dari Iran

Rabu, 11 Maret 2026 | 23:48

Pemerintah Indonesia mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Teheran, Iran secara bertahap sebagai langkah perlindungan terhadap warga negara di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill