Connect With Us

Bandara Pondok Cabe dibuka untuk komersial 2016

Denny Bagus Irawan | Selasa, 1 Desember 2015 | 13:25

Bandara Pelita Air Service Pondok Cabe, Kota Tangsel. (Putri Rahmawati / TangerangNews)

TANGERANG SELATAN-Bandara Pondok Cabe di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten akan dibuka untuk penerbangan komersial mulai 2016 mendatang. Maskapai Garuda Indonesia memastikan akan membuka penerbangan dari bandara milik PT Pertamina (persero) ini, dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang.

Rencana optimalisasi Bandara Pondok Cabe ini ditandai dengan penandatanganan head of agreement (HoA) pemanfaatan aset bersama antara Pertamina dan Garuda, sebagai bagian dari sinergi BUMN dan strategi kemitraan global, di Jakarta kemarin. Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo memperkirakan pada Februari atau Maret 2016 bandara tersebut telah bisa dilandasi pesawat jenis ATR 72-600.

”Karena secara operasional, panjang runway dan sebagainya telah memenuhi,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin. Arif menuturkan, saat bersamaan perseroan juga sedang melakukansertifikasidenganKementerian Perhubungan agar bandara tersebut dapat memenuhi aspek keamanan untuk penerbangan komersial. Dari Pondok Cabe, Garuda Indonesia rencananya membuka sejumlah rute penerbangan dengan jarak pendek.

Ada delapan rute yang direncanakan, yakni Lubuklinggau, Pangkalan Bun, Palembang, Semarang, Ketapang, Yogyakarta, Tanjung Karang, dan Cilacap. Menurut Arif, rute bisa juga disesuaikan dengan daerah-daerah yang menjadi wilayah kerja pengoperasian kilang-kilang migas Pertamina. ”Pertamina memiliki beberapa pesawat Pelita Air Service yang membutuhkan lapangan udara memadai untuk didarati,” katanya.

Dia menjelaskan, pada tahap awal akan dilakukan perbaikan landasan pacu Pondok Cabe sepanjang 2.200 meter dengan lebar 45 meter, termasuk perbaikan fasilitas terminal. Investasi seluruhnya dibiayai oleh Pertamina. Garuda hanya mengelola dan melayani fasilitas penerbangan, termasuk perawatan pesawat yang nantinya beroperasi. Dia memperkirakan pada tahap awal beroperasi komersial, Bandara Pondok Cabe memiliki frekuensi 50 kali penerbangan perhari atau25slotpenerbangan keluar dan 25 slot masuk.

”Jika dihitung kapasitas ATR 72 penumpang dikalikan 50 frekuensi penerbangan, maka per hari lapangan terbang Pondok Cabe melayani sekitar 3.600 penumpang per hari,” ujar Arif. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan, Bandara Pondok Cabe memiliki luas 170 hektare. Mantan dirut Semen Indonesia ini menyebutkan, kapasitas parkir lapangan udara tersebut dapat menampung 20 pesawat dari berbagai tipe.

”Selain itu, juga menyediakan slot untuk penerbangan komersial sebanyak 30 penerbangan per hari,” tandasnya. Selain pengelolaan bandara, kerja sama juga terkait dengan penjualan BBM jenis avtur dan biofuel kepada seluruh penerbangan Garuda, baik domestik maupun internasional, dengan harga yang lebih kompetitif.

Sumber Koran SINDO.

TANGSEL
Tangsel Hanya Terapkan PJJ Sehari Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Tangsel Hanya Terapkan PJJ Sehari Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 | 18:22

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turut memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) sementara waktu bagi seluruh satuan pendidikan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Mewah Gaya American Classic Mulai Rp1,3 Miliar

Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Mewah Gaya American Classic Mulai Rp1,3 Miliar

Kamis, 3 September 2026 | 19:03

Pasar rumah tapak di kawasan Jabodetabek menunjukkan daya tahan yang positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan riset Leads Property, penjualan rumah tapak di wilayah ini mencapai 2.585 unit pada kuartal II 2026

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill