Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANG – Baru-baru ini stiker yang melambangkan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) marak beredar di aplikasi LINE.
Salah satu stiker dibuat oleh AMSTICKERS dengan judul "Love is Love" yang memperlihatkan dua orang lelaki bermesraan layaknya kekasih.
Melihat kehebohan itu, Menkominfo Rudiantara meminta agar LINE bisa menghormati adat ketimuran di Indonesia. "Mereka harus menghormati apapun budaya kita, apapun regulasi setempat," ujarnya di Istana Negara.
Kasus ini telah diserahkan pada tim panel untuk menentukan sanksi yang tepat untuk LINE.
"Saya sudah minta dibahas di panel. Tunggu panel ahli kan ada panel pornografi, panel SARA, panel perlindungan hak anak, panel terorisme, panel perjudian, sampai panel hak kekayaan intelektual," jelas Rudi.
"Kalau panel sudah membahas dan memutuskan diblok, ya diblok," sambung Rudi.
"Ada yang sifatnya aturan, ada yang sifatnya konvensi. Kalau aturan ya mereka harus mengikuti apapun aturannya. Kalau konvensi kita bisa sampaikan kepada mereka bahwa ini tidak sesuai dengan budaya kita."
"Kalau memang diputuskan oleh panel demikian ya nggak papa, kita sampaikan saja," tambah Rudi.
Sementara itu LINE Indonesia telah memberikan respons dan menyatakan akan menarik stiker tersebut dari peredaran.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGRibuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng
Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews