Perusahaan di 10 Provinsi Ini Punya Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terbanyak, Salah Satunya Banten
Senin, 23 Februari 2026 | 12:01
Jumlah perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan pada 2025 masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
TANGERANGNEWS.com-Facebook terus membuat terobosan inovatif dengan meluncurkan kacamata pintar pertamanya yang memungkinkan penggunanya untuk mendengarkan musik, menerima panggilan, mengambil foto dan video pendek, lalu membagikannya di seluruh layanan Facebook menggunakan aplikasi pendamping.
Kacamata yang diluncurkan pada Kamis 9 September 2021 itu dibuat bersama EssilorLuxottica, perusahaan induk Ray-Ban, dan dijual mulai dari 299 dolar AS atau sekitar Rp4,26 juta.
"Kami sudah lama percaya bahwa kacamata akan menjadi bagian penting dalam membangun platform komputasi berikutnya," ujar CEO Facebook Mark Zuckerberg, mengutip Reuters, Jumat, 10 September 2021,
Disebutkan, meski kacamata pintarnya dapat merekam foto dan video pendek, Facebook tidak akan mengambil konten yang diambil menggunakan kacamata dan disimpan di aplikasi Facebook View untuk mempersonalisasi iklan.
Kemudian Facebook juga memastikan bahwa kacamata itu akan menawarkan pengalaman yang bebas iklan.
Selain itu, kacamata tersebut memiliki asisten virtual opsional sehingga foto dan video dapat diambil secara handsfree melalui perintah suara.
Facebook menjelaskan bahwa lampu LED pada kacamata akan muncul saat kamera menyala, untuk membuat orang lain sadar saat pemakainya mengambil foto atau video.
Facebook juga akan menerbitkan panduan dalam menggunakan kacamata seperti mematikannya di ruang pribadi dan tidak menggunakannya untuk tindakan ilegal seperti pelecehan atau menangkap informasi sensitif seperti kode PIN.
Untuk saat ini, Facebook telah banyak berinvestasi dalam virtual dan augmented reality, mengembangkan perangkat keras seperti headset Oculus VR dan mengerjakan gelang atau wristband untuk mengontrol kacamata augmented reality.
Pada tahun lalu, Facebook mengatakan mereka butuh waktu lima hingga 10 tahun lagi untuk terjun ke pasar kacamata AR.
Perusahaan teknologi besar termasuk Amazon, Google Alphabet, Microsoft, Apple, dan Snap, juga telah berlomba-lomba untuk mengembangkan berbagai produk kacamata pintar.
Jumlah perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan pada 2025 masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
TODAY TAGPenggunaan senjata termal dan thermobarik (thermal weapons) yang digunakan Israel, untuk menghancurkan gedung-gedung pemukiman warga Gaza Palestina, dan menyebabkan ribuan jasad warga Palestina menguap tanpa sisa
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews