Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TANGERANGNEWS.com-Pengguna ponsel android baru-baru ini dikejutkan dengan kemunculan aplikasi Spin Maze yang tiba-tiba saja muncul, meski sebelumnya tidak pernah menginstallnya.
Aplikasi ini banyak dikeluhkan para pengguna android lantaran tidak dapat di hapus dari ponsel. Upaya seperti reset ponsel pun nampaknya tidak berhasil.
Keberadaan aplikasi ini diduga merupakan malware atau virus, kebanyakan muncul di beberapa merk ponsel seperti Oppo, Vivo, Samsung, dan Realme.
"Bener-bener ini aplikasi, nyampe hp aku banting ke kasur," ujar warganet dalam suatu postingan di laman Facebook.
"Aku jg ada itu udh di hpus nongoll lgi," timpal warganet lainnya.
"Sama saya juga udah berkali2 dihapus tetetp nongol lagi," imbuh warganet.
Sebenarnya, secara fungsi aplikasi Spin Maze sama seperti Play Store, yang dapat digunakan untuk mengunduh sebuah aplikasi di ponsel android.
Tetapi kemunculannya yang tiba-tiba dan membandelnya aplikasi ini untuk dihapus, dikhawatirkan dapat membawa virus yang merusak fungsi ponsel android.
Lalu, bagaimana menghapusnya dari ponsel android agar tidak muncul kembali? Berikut tipsnya seperti dikutip dari bantenraya.com, Jumat 4 November 2022.
- Download aplikasi Gboard
- Buka Settings/Pengaturan
- Ketik "keyboard"
- Pilih pengaturan keyboard dan Input Method
- Jika sudah ketemu bisa ubah ke pengaturan default keyboard dari “Touchpal” menjadi “Gboard"
- Jika sudah maka aplikasi Spin Maze akan hilang tidak muncul lagi
Demikian cara menghapus aplikasi Spin Maze yang keberadaannya sangat mengganggu. Selamat mencoba.
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews