Connect With Us

Berisiko, Begini Jadinya Jika Beli Smartphone Harga Murah di Online Shop

Fahrul Dwi Putra | Senin, 6 Maret 2023 | 11:57

Tangkapan layar smartphone dengan harga murah di salah satu online shop (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Smartphone alias ponsel pintar telah menjadi salah satu kebutuhan penting saat ini.

Seringkali orang-orang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli produk ponsel keluaran terbaru.

Namun, tidak jarang juga orang yang justru mencari ponsel tipe lama lantaran harganya yang sudah turun drastis.

Sebut saja Oppo F1s keluaran 2017 kini dihargai Rp945 ribu, Oppo A3S yang dirilis pada pertengahan 2018 dibanderol dengan harga Rp793 ribu, dan Oppo A31 rilisan 2020 yang hanya seharga Rp609 ribu di online shop.

Melansir dari kanal YouTube GadgetIn, ponsel-ponsel dengan harga yang anjlok tersebut patut diwaspadai lantaran adanya indikasi barang palsu.

Hal pertama yang dapat diamati adalah kondisi kotak smartphone yang dicetak dengan kualitas jelek dan buram. Sebab, smartphone keluaran resmi akan memperhatikan detail kecil seperti desain kotaknya sekalipun.

Lalu, aksesoris tambahan seperti charger pun tidak berkualitas, dapat diketahui dari beratnya yang terlalu ringan sehingga tidak layak untuk menyuplai listrik ke smartphone seperti dikutip, Senin 6 Maret 2023.

Smartphone yang terindikasi palsu pun biasanya mencantumkan tempat asal produksinya yang tidak jelas. Sebagai contoh, smartphone murah Oppo tertulis dirakit di Guangdong Oppo Mobile Telecommunications Corp, Cina. Padahal, produsen resmi Oppo di Indonesia hanya PT Selalu Bahagia Bersama dan PT Bright Mobile Telecommunication.

Risiko dari membeli smartphone palsu adalah kemampuannya yang buruk dalam menangkap sinyal atau bahkan tidak dapat sama sekali lantaran International Mobile Equipment Identity (IMEI) bisa saja tiba-tiba diblokir.

Selain itu, tidak ada jaminan dari seller terhadap kondisi seperti ini. Tentunya, akan menjadi percuma memiliki smartphone namun tidak bisa digunakan untuk menelpon atau berinternet.

Parahnya lagi, smartphone tersebut tidak dapat dibawa ke service center resmi. Sebab, IMEI-nya bukan dari Indonesia.

Konsekuensi dari membeli smartphone palsu, barang yang datang kerap tidak sesuai seperti yang tercantum pada online shop. Bahkan, ditambah dengan masalah-masalah seperti lubang charger yang kendor atau lensa kamera buram.

Hendaknya, lebih selektif dalam memutuskan untuk membeli produk smartphone, jangan sampat tertipu dengan harganya yang murah atau ulasan bintang lima di online shop tersebut. 

Umumnya, oknum seller smartphone palsu tersebut akan menerapkan aturan melalui deskripsinya agar memberikan ulasan bintang lima jika ingin melakukan pengembalian barang.

SPORT
Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:57

Berlaga di kandang lawan justru tidak membuat Persita Tangerang gentar. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane mampu menekuk lutut Persik Kediri dengan skor telak 1-5 dalam laga pekan kedelapan Super League 2026-2027 yang digelar di Stadion Brawijaya

TANGSEL
Tiang Listrik Roboh Disertai Ledakan Timpa Rumah Warga di Pondok Aren, Diduga Gegara Proyek Galian

Tiang Listrik Roboh Disertai Ledakan Timpa Rumah Warga di Pondok Aren, Diduga Gegara Proyek Galian

Senin, 2 November 2026 | 16:43

Sebuah gardu dan tiang listrik di pinggir jalan Perumahan Taman Mangu, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, tiba-tiba mengeluarkan percikan api, meledak, hingga ambruk menimpa sebuah rumah warga, pada Minggu 1 November 2026 malam.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill