Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah
Sabtu, 7 November 2026 | 15:43
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TANGERANGNEWS.com-Kabar duka datang dari dunia pers Indonesia, wartawan senior Jakob Oetama meninggal dunia hari ini, Rabu (9/9/2020).
Pendiri Kompas Gramedia Group ini wafat pada usia 88 tahun.
Dilansir dari Kompas TV, Jakob Oetama tutup usia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Beragam kesan disampaikan oleh rekan seprofesi, salah satunya dari ST Sularto, mantan Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas.
Jakob Oetama dikenal sebagai sosok yang gigih menanamkan nilai-nilai yang harus tertanam pada kepribadian seorang wartawan.
“Beliau selalu hadir untuk rapat-rapat pimpinan (Kompas). Dalam rapat pimpinanlah nilai-nilai itu disampaikan,” ungkap Sularto.
“Dalam hal keteladanan, (Jacob Oetama) selalu memberi martabat bagi seseorang. Sehingga orang itu merasa dihargai. Hal itulah yang membuat orang bertahun-tahun tetap bekerja di Kompas,” tambahnya.
Jakob Oetama lahir di sebuah desa bernama Desa Jowahan, 500 meter sebelah timur Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 27 September 1931.
Jakob merupakan putra pertama dari 13 bersaudara.
Ayahnya bernama Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo seorang pensiunan guru Sekolah Rakyat di Sleman, Yogyakarta dan ibunya bernama Margaretha Kartonah.
Cita-cita awal Jakob adalah menjadi pastor. Namun pekerjaan ayahnya sebagai guru membuat Jakob untuk tidak melanjutkan cita-cita awalnya.
Kepergian Jakob untuk selama-lamanya juga menjadi trending topik di Twitter. Beragam ucapan berbelasungkawa atas kepergian salah satu insan pers terbaik di Tanah Air itu bukti sosok Jakob begitu dicintai oleh masyarakat Indonesia. (RMI/RAC)
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TODAY TAGNyeri lutut ketika menaiki tangga atau panggul yang terasa sakit saat berjalan kerap dianggap sebagai keluhan biasa, terutama pada orang yang mulai memasuki usia lanjut.
Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews