Connect With Us

Dibalik Nama Poris Plawad, Ada Sosok Jawara Wanita yang Punya Kesaktian Spiritual

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 12 Oktober 2022 | 09:43

Sosok wanita tangguh yang memiliki kesaktian spiritual itu bernama Mpok Ris (dilingkari). (Istimewa / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Warga Tangerang sudah tak asing dengan nama Poris Plawad. Poris Plawad merupakan nama kelurahan di Cipondoh.

Selain itu, menjadi nama dari sebuah terminal bus terbesar di Kota Tangerang.

Terminal ini terintegrasi dengan stasiun kereta rel listrik dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Dibalik namanya ternyata ada kisah mengenai sosok jawara tangguh jago silat keturunan Betawi dari Tangerang. Hebatnya, jawara tersebut merupakan seorang perempuan yang berani melawan penjajahan Belanda.

Dalam buku berjudul "Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang," yang ditulis oleh Burhanuddin seperti dilansir dari kompas.com, Rabu, 12 Oktober 2022. 

Tertulis dalam buku tersebut bahwa salah satu daerah kelurahan di Cipondoh tersebut diberi nama Poris Plawad lantaran diambil dari nama seorang pejuang wanita yang bersenjatakan batang plawad.

Dilansir dari republika.co.id, pendekar wanita tersebut bernama Mpok Ris, sepak terjangnya dimulai ketika sekitar 1900-an, rakyat Tangerang telah mengalami gagal panen karena kemarau panjang. 

Akibatnya, rakyat tidak bisa berbuat apa-apa saat para tuan tanah yang senada dengan Belanda mematok pajak-pajak terhadap penduduk dengan harga tinggi.

Melihat hal itu, Mpok Ris tergerak hatinya dan merasa terpanggil membela rakyat. Dalam perjuangannya, Mpok Ris membekali dirinya dengan ilmu kanuragan dan keterampilan bela diri sehingga selalu mampu memukul mundur pasukan Belanda.

Menurut kabar yang beredar di masyarakat, kesaktiannya didapat dari perilaku spiritualnya. Ia memilih untuk melajang seumur hidupnya. Dia tidak memiliki senjata api atau tajam maupun tidak memimpin pasukan. 

Satu-satunya yang ia andalkan hanyalah menggunakan sebatang tangkai dari pohon plawad.

Bermodalkan kayu plawad tersebut, Mpok Ris mampu menebas para tentara Belanda dan menjungkirbalikkan para centeng tuan tanah seorang diri.

Sayangnya, tidak ada referensi secara rinci yang menjelaskan berapa lama Mpok Ris berjuang melawan penjajah Belanda. Kisah perjuangannya hanya berkembang dari tutur kata mulut ke mulut dari masyarakat Cipondoh. 

Dikabarkan Mpok Ris pernah berhasil ditaklukkan dalam suatu pertempuran, lalu tak lama setelah itu Mpok Ris memutuskan untuk menikah sehingga kesaktiannya pun seketika hilang menjadikannya mudah untuk dikalahkan.

Kisah Mpok Ris menjadi mitos di kalangan masyarakat. Namun, fakta sejarah mengenai asal muasal daerah Poris tentunya perlu untuk dikaji. 

Pemerintah Kota Tangerang perlu untuk menggali informasi mengenai kesejarahannya. Sebab, Mpok Ris merupakan salah satu emansipatoris yang berjuang dijalan pertempuran. Semangat patriotismenya tentu dapat dijadikan rujukan untuk generasi saat ini.

KOTA TANGERANG
Sachrudin Serahkan Bonus Rp8,32 Miliar untuk Atlet Pelajar Kota Tangerang, Ini Rinciannya

Sachrudin Serahkan Bonus Rp8,32 Miliar untuk Atlet Pelajar Kota Tangerang, Ini Rinciannya

Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:48

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyerahkan bonus dengan total nilai sebesar Rp8,032 miliar kepada atlet pelajar yang berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Banten.

BANDARA
Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:12

Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill