Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Menjelang Ramadan tentu banyak masyarakat muslim yang akan berziarah baik di makam keluarga maupun ulama.
Tangerang sendiri memiliki tempat berziarah salah satunya adalah Masjid Nurul Yaqin atau yang sering dikenal dengan masjid Pintu Seribu.

Terletak di Kampung Bayur, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang masjid ini dikenal dengan jumlah pintu yang banyak. Oleh karena itu disebut dengan masjid Pintu Seribu.
Di beberapa letak masjid terdapat angka 999. Angka ini merupakan penggabungan jumlah 99 asmaul husna dan 9 wali songo.

"Masjid ini didirikan oleh Syekh Ami Al-Faqir yang masih keturunan dengan Syekh-Syarif Hidayatullah," ujar Rusdi, pengurus masjid (5/4/2021).
Didirikan pada tahun 1982, masjid ini digunakan untuk menyebarluaskan agama islam. Syekh Ami Al-Faqir tidak hanya menyebarluaskan agama islam di daerah Tangerang tapi juga di beberapa daerah lainnya seperti Lampung, Gunung Sindur dan Sukabumi.
Namun Masjid Pintu Seribu menjadi pusaran utama pembangunan masjid yang dibangun oleh Syekh Ami Al-Faqir.
Untuk para pendatang, ziarah masjid ini dibuka setiap hari. Namun pada hari minggu biasanya masjid akan lebih ramai oleh para peziarah.

Biasanya menjelang bulan Ramadan para peziarah berdatangan setiap harinya. Masjid ini juga digunakan untuk salat dan acara pada hari besar islam.
Pada tanggal 6 April 2021, masjid ini mengadakan Haul untuk Syekh Ami Al-Faqir.
"Karena lagi pandemi acara ini hanya diikuti oleh jamaah lama dan para keluarga" tambah Rusdi.
Filosofi dari pembentukan pintu di masjid Pintu Seribu yang berukuran tubuh orang dewasa adalah untuk mengingatkan satu hal yaitu kematian. Oleh karena itu pada setiap pintu tidak memiliki penerangan.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Pesatnya perkembangan teknologi dan segala hal yang mulai beralih ke digital, memberikan tantangan tersendiri bagi pekerjaan Human Resource (HR), yang tentunya menjadi semakin kompleks.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews