Connect With Us

Nasi Ulam Kuliner Betawi dari Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 17:45

Makanan kuliner nasi ulam. (Fahrul Dwi Putra / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Nasi ulam merupakan salah satu kuliner khas dari Tangerang, sekilas tampak mirip dengan nasi uduk. Bedanya, nasi ulam dicampur dengan serundeng kelapa dan kacang tanah yang ditumbuk sesuai dengan penamaan ‘ulam’ yakni penyebutan serundeng dari kelapa parut dalam bahasa Betawi.

Meski berasal dari Tangerang, kuliner ini justru tidak banyak ditemukan di tempat asalnya itu. Nasi ulam banyak berkembang di wilayah Jakarta, Sumatera, dan Bali.

Mengutip dari laman warisanbudaya.kemdikbud.go.id pada Sabtu, 22 Oktober 2022, ada dua jenis nasi ulam yang berkembang di Jakarta, yakni kering dan basah.

Olahan nasi ulam biasanya disajikan bersama daun kemangi, sambal. Di atasnya ditambahkan berbagai macam lauk-pauk teman nasi, seperti dendeng, telur dadar, perkedel, tahu goreng, tempe, dan kerupuk.

Baca juga: Tahu Gejrot di Pasmod Banjar Wijaya Tangerang Khas Banget Cirebon, Ternyata Asal-usul Kuliner Ini dari Ciledug

Nasi ulam basah yang berkembang di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara biasanya memakai guyuran kuah semur sehingga teksturnya agak nyemek. 

Sementara racikan nasi ulam kering yang berkembang di kawasan Jakarta Selatan, tidak diberi kuah semur dan hanya berupa nasi putih dicampur serundeng. Warna nasi pun jadi agak kecokelatan. Ada yang menambahkan taburan kacang tanah hingga kacang hijau di permukaan nasi.

Sementara di daerah asalnya, yakni Tangerang. Nasi ulam hanya dikenal di kalangan masyarakat Cina Benteng dan kawasan Pecinan. Tidak semua wilayah komunitas Betawi mengenal nasi ulam, baik basah maupun kering.

Dilansir dari liputan6.com, kemunculan pertama kali nasi ulam berasal dari Tangerang. Awalnya, para pedagang nasi ulam Tangerang mendorong gerobaknya hingga ke Glodok, lalu menjajakannya di kalangan peranakan Indonesia dan Tionghoa. 

Nasi ulam kemudian makin menyebar ke wilayah-wilayah Jakarta lainnya dan kuliner satu ini pun menjadi termasuk dalam salah satu produk akulturasi budaya.

BANDARA
Lebaran dan Nataru Dongkrak Lonjakan Penumpang di Bandara Soetta, Kuartal I 2026 Tembus 13,4 Juta

Lebaran dan Nataru Dongkrak Lonjakan Penumpang di Bandara Soetta, Kuartal I 2026 Tembus 13,4 Juta

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Jumlah penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melesat tajam pada awal tahun ini. Berdasarkan data Kuartal I/2026, total pergerakan penumpang menembus angka 13.492.421 orang, tumbuh signifikan sebesar 5,5% dibandingkan periode lalu

KOTA TANGERANG
Siap 100 persen, Asrama Haji Cipondoh Jadi Embarkasi Perdana 24 Kloter Jemaah Banten 2026

Siap 100 persen, Asrama Haji Cipondoh Jadi Embarkasi Perdana 24 Kloter Jemaah Banten 2026

Selasa, 14 April 2026 | 21:51

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten telah memastikan bahwa Grand El-Hajj Asrama Haji Banten di Cipondoh, Kota Tangerang akan dioperasikan perdana sebagai lokasi embarkasi jemaah haji 2026.

WISATA
Diplomat 12 Negara Keliling Destinasi Wisata Banten

Diplomat 12 Negara Keliling Destinasi Wisata Banten

Minggu, 12 April 2026 | 15:51

Sebanyak 12 perwakilan berbagai negara sahabat berkeliling lokasi wisata di Pulau Lima, Kabupaten Serang.

BISNIS
Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Selasa, 14 April 2026 | 14:11

Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill