Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
Oleh: Allya Nur Salwa, Mahasiswi Magang Universitas Muhammadiyah Tangerang
TANGERANGNEWS.com-Di antara jajaran kuliner di Tangerang yang ramai pengunjung, ada salah satu kuliner rumah makan unik karena akses menuju tempatnya yang mengerikan atau tak lazim.
Bagaimana tidak, untuk menuju rumah makan ini, pengunjung harus melewati gang-gang kecil dan kuburan.
Tempat kuliner bernama Warung Makan Tuman BSD ini, berlokasi di Jalan Ciater Tengah, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Warung Tuman BSD berawal dari pindahan tempat lama dari si pemilik yang sebelumnya menumpang di rumah saudaranya. Lalu, mencari lokasi baru untuk dapat menampung lebih banyak pengunjung, seperti dikutip dari Detikcom, Sabtu 10 Desember 2022.
Pemilik warung makan Tuman BSD Eko mengungkapkan, awalnya ia ditentang sang istri lantaran pemilihan lokasi yang dekat dengan makam.
"Ya dipertanyakan mencari tempat kok dekat, nanti siapa yang mau datang. Orang-orang sini juga ngetawain saya, aneh katanya bikin warung dekat kuburan," ujar Eko.
Saat awal didirikan, lokasi tersebut memang sepi dan tidak ada orang lewat. Hanya sejumlah orang yang memang sengaja datang untuk berziarah.
Bukan tanpa perhitungan, Eko telah memastikan terdapat rute mobil untuk mengakses lokasi warung makannya itu.
Selain itu menurutnya, untuk menuju warung makan miliknya cukup menantang adrenalin dan seru sehingga menjadi daya tarik tersendiri.
Hal itu pun dimanfaatkan warga sekitar dengan membuka usaha lahan parkir. Tetapi untuk urusan tersebut, Eko tidak ikut campur dan menyerahkan sepenuhnya kepada para warga.
Eko mengaku, ia memang sengaja mengusung tema tradisional seperti di pekarangan atau kebun yang penuh dengan pepohonan dan bambu.
Alasannya, ia menyukai pepohonan yang asri dan sejuk, sehingga meninggalkan kesan autentik. Dari hal itu ia memutuskan menyulap lokasi tersebut menjadi warung makan.
Meski berkonsep natural dan apa adanya, Eko tetap memastikan untuk menjaga kebersihan dan kerapihan warung makannya agar para pengunjung tetap nyaman.
"Kata tuman saya ambil dari Bahasa Jawa semacam harapan saya, bahwa orang yang datang itu kemudian datang lagi- datang lagi akhirnya tuman (ketagihan).Aakses menuju warung ini ada tiga rute mobil, tidak hanya satu, untuk memudahkan pelanggan datang," ujar Eko.
Uniknya, walaupun memiliki nama dengan unsur bahasa Jawa, Warung Tuman menyediakan berbagai macam menu bernuansa Minang yang berasal dari resep keluarga istrinya. Di antaranya seperti Ikan Nila Calabatuik, Peri Asap Dendeng Batokok, dan Telur Dadar Gaek.
Warung makan Tuman buka Selasa sampai Minggu mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB, sementara di hari Senin libur.
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TODAY TAGMeningkatnya kasus batu saluran kemih, gangguan prostat, dan penyakit ginjal di Indonesia mendorong kebutuhan akan layanan kesehatan yang mampu menangani pasien secara menyeluruh.
Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.
Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews