Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang telah merencanakan pembangunan pariwisata, untuk menaikan ekonomi yang menurun semenjak pandemi Covid-19.
Kepala Bidang (Kabud) Budaya dan Pariwisata pada Disporabudpar Kabupaten Tangerang Imam Subekhi mengatakan Detail Engineering Desain (DED) untuk memajukan pariwisata itu sudah direncanakan sejak 2016.
Tetapi soal keputusan untuk realisasinya bukan ada di pihaknya, tetapi di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) sesuai dengan prioritas.
"Dengan pariwisata di Kabupaten Tangerang yang begitu kaya, kita juga pastinya ingin seperti dahulu (sebelum pandemi)," ucap Imam kepada Tangerangnews.com di ruangannya, Senin, 6 November 2023.
Imam menyebutkan, wisata yang terdata di pihaknya itu ada banyak, mulai dari wisata alam, wisata religi hingga wisata buatan.
"Jadi banyak, tetapi yang dikelola oleh Pemkab itu hanya di Mangrove Ketapang," katanya.
Menurutnya, dalam rencana tersebut ada pembangunan yang telah diajukan seperti di Pulau Cangkir, Mangrove Pulau Cangkir, Cigaru, dan Tebing Koja.
"Itu sudah ada di grand desain, diharapkan juga bisa cepat dibangun. Mudah-mudahan Pj Bupati lebih perhatian ke wisata, apalagi instruksi presiden," pungkas Imam.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGDi tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.
RS Mandaya Royal Puri resmi meluncurkan Limfedema Center pada Sabtu, 17 Oktober 2026,bertepatan dengan momentum Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews