Connect With Us

Mau jadi programer Handal, daftar ke Purwadhika sekarang

Denny Bagus Irawan | Jumat, 17 Maret 2017 | 14:00

| Dibaca : 1965

Purwadhika Startup & Coding School (Tangerangnews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.COM-Bagi anda yang ingin menjadi programer handal, segera mendaftarkan diri ke Purwadhika Startup & Coding School hadir di GOP 9, BSD Green Office Park, Serpong, Tangsel.  Enam bulan anda setelah diinkubasi di Purwadhika,  dipastikan akan menjadi pembuat startup profesional.


"Sepulang saya dari Amerika pada  1987 , saya langsung  membangun Purwadhika computer design school . Saya buat beberapa kegiatan pelatihan.  Pada tahun 1991, kami satu-satunya sekolah swasta yang diundang untuk memperagakan karya kami dihadapan Presiden Soeharto saat diminta Menristek Pak Habibie," kata Founder and Purwadhika Startup & Coding School Purwa Hartono, Jumat (17/3/2017). Baca Juga : Purwadhika Startup & Coding School hadir di BSD


Ketika itu, kata dia, dirinya mempamerkan peta. "Jadi sebuah peta  ketika disentuh akan mengeluarkan nama daerah. Misalnya kita sentuh peta itu, tak lama muncul nama daerahnya, seperti DKI. Kami juga buat komputer berbicara," ujarnya.


Kala itu, teknologi belum seperti saat ini. Hadirnya internet membuat segalanya beruhah.  Bahwa tenaga cepet itu sangat dibutuhkan sekali.
"Kami selalu inovatif dan selalu ada di garis paling depan dalam bidang IT. Jadi tidak perlu khawatir untuk yang tidak memiliki latar belakang IT.Kami bantu dari nol. Setelah dari sini anda akan mendapat minimal gaji tiga kali UMR," tuturnya.  


Selain itu, kata dia, program belajar yang dimilik di Purwadhika sangat cocok juga untuk memajukan dunia pendidikan.


"kita tahu saat ini guru di Indonesia sangat membutuhkan tenaga seperti kami," ujarnya.


Managing Director President Office, Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe menjelaskan, Sinar Mas Land percaya, untuk mengembangkan smart city maka mereka perlu mengembangkan ekosistem digital, mulai dari menyediakan talenta hingga membangun lingkungan yang kondusif untuk startup dan perusahaan teknologi besar.

"Dengan adanya Purwadhika, mereka bisa memperkuat ekosistem smart digital city. Sekolah dibidang digital, belum lulus pun sudah dapat menghasilkan ratusan juta rupiah. Karena sudah pasti banyak proyek-proyek besar, apalagi sudah lulus bisa triliunan," katanya.

 Dia berharap, adanya sekolah pelatihan startup dan coding ini dapat menarik perhatian masyarakat. "Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadi pemain. Karena ini akan menyambung dengan program Sinasmas Land serta program Pak Presiden Jokowi tentang digital economy. Ini harus dimulai dan harus ada komunitasnya," tuturnya.

SPORT
Disaksikan Bupati Zaki, Ponpes Arrasyadiyyah Juarai LSN Banten

Disaksikan Bupati Zaki, Ponpes Arrasyadiyyah Juarai LSN Banten

Jumat, 21 September 2018 | 21:47

TANGERANGNEWS.com-Laga final Kompetisi Liga Santri Nasional (LSN) Region Banten tahun 2018 berakhir dengan kemenangan Pondok Pesantren

TANGSEL
Tega! Bayi Terbungkus Kain Dibuang di Pinggir Jalan Pondok Aren

Tega! Bayi Terbungkus Kain Dibuang di Pinggir Jalan Pondok Aren

Senin, 24 September 2018 | 12:48

TANGERANGNEWS.com-Warga di wilayah Kampung Utan, Jalan Bukit Mertilang, RT05/03, Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangsel dihebohkan dengan penemuan bayi yang terbungkus

WISATA
Berkunjung ke 3 Destinasi yang Masih Tersembunyi di Jogja

Berkunjung ke 3 Destinasi yang Masih Tersembunyi di Jogja

Senin, 27 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Ada banyak tempat wisata yang sangat populer di kalangan wisatawan, tetapi tak sedikit yang masih tersembunyi. Namun, keindahannya telah menyebar di dunia maya melalui unggahan para pengunjung yang takjub.

TOKOH
Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Senin, 3 September 2018 | 15:22

TANGERANGNEWS.com-Kaum perempuan semakin memantapkan kiprahnya di ruang publik, salah satunya Ita Nurhayati, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi Program dan Data.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie