Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Satu bagian Kereta tanpa awak atau automated people mover system (APMS) mulai ditempatkan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pihak PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor proyek memamerkannya melalui instagram resmi milik mereka yakni @ptwijayakarya .
Kereta tanpa awak tersebut tiba di Bandara pada Rabu (24/5/2017) lalu. Pihak Wika telah memasangnya di rel yang ada di Terminal 3. Terlihat, dalam instagram itu pemasangan dilakukan pada malam hari. Bentuk kereta tanpa awak yang merupakan jurus baru pengelola Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II dalam menangani persoalan kemacetan itu terlihat berukuran kecil gerbongnya. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Wika Puspita Anggraeni membenarkan.
"Benar, saat ini progres pengerjaannya sudah mencapai 88 persen. Uji coba akan kita lakukan pada 20 Juni ini. Sudah kelihatan track-nya kalau dilihat di Terminal 3," katanya, hari ini.

WIKA telah berhasil menempatkan 1 unit kereta pada proyek Automated People Mover System (APMS), Skytrain Bandara Soekarno Hatta di rail Terminal 3 Ultimate.
Tak hanya mereka yang berasal dari kereta bandara, Kereta tanpa awak ini beroperasi hingga menampung penumpang yang akan menuju ke integrated building, tempat di mana penumpang dapat berpindah moda ke kereta bandara maupun bus, taksi, hingga angkutan sewa. Baca juga : Sistem Tiket Kereta Bandara Non Tunai
Pengoperasian Kereta tanpa awak atau skytrain itu diharapkan dapat membantu mobilitas calon penumpang dengan lebih cepat, dengan headway kereta setiap lima menit sekali di masing-masing terminal.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGDi tengah menjamurnya menu modern, Hotel Santika Premiere ICE BSD City menghadirkan kuliner tradisional Mangut Ikan Kakap sebagai menu spesial yang terinspirasi dari masakan khas pesisir Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan mendorong kebutuhan akan perangkat rumah tangga yang mampu mendukung gaya hidup sehat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews