RS Melati Kota Tangerang Luncurkan Logo Baru
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:21
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dimanfaatkan RS Melati Kota Tangerang untuk menegaskan langkah transformasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah sedang mencari cara untuk dapat mengatasi ribuan pilot yang menganggur di Tanah Air ini. Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso sedang mencoba merealisasikan jurus untuk mencari jalan keluar dalam permasalahan tersebut.
"Kami telah menjalin kerja sama dengan negara - negara lain yang memiliki hubungan baik dengan kita untuk menampung para pilot yang belum bekerja itu," kata Agus saat ditemui di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Senin (6/11/2017).
BACA JUGA : 1000 Pilot Indonesia Nganggur
Dia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan hubungan bilateral dengan negara - negara yang diantaranya adalah China dan Meksiko. "Mengapa kita bekerja sama dengan China? Karena banyak airlines dari China yang bertujuan ke Indonesia. Ada empat maskapai," ujarnya.
Menurut Agus, China juga memiliki wilayah yang sangat luas. Terlebih lagi jumlah penduduknya juga cukup banyak. "Hubungan ini diharapkan agar para pilot dapat diendorse dengan maskapai - maskapai dari negara China. Ini solusi sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran pilot di Indonesia," ucap Agus.
Agus juga menyebut jajarannya dalam waktu dekat ini akan bertolak ke Meksiko. Kunjungan bilateral itu rencananya digelar pada 10 November 2017. "Kita juga punya produksi pesawat sendiri. Diharapkan proses produksi segera rampung, nantinya mau buat ekspansi untuk dikonsumsi di China dan Meksiko," imbuhnya.(RAZ/HRU)
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dimanfaatkan RS Melati Kota Tangerang untuk menegaskan langkah transformasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
TODAY TAGPendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews