2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com - Pembangunan Runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) rencananya dimulai pada Januari 2018.
Karenanya, PT Angkasa Pura II (Persero) akan segera membangun jalan penghubung antara landasan pacu (taxiway) untuk Runway 3 tersebut.
BACA JUGA :
Sedangkan pembangunan Runway 3 sendiri direncanakan dapat terlaksana pada akhir triwulan pertama tahun 2018.
"Dimulai dengan taxiway-nya sendiri bulan depan (Januari 2018), taxiway terlebih dahulu," kata Muhammad Awaluddin Direktur Utama AP II di Terminal 3 Bandara Soetta, Selasa (5/12/2017).
Awaluddin melanjutkan, untuk pembangunan Runway 3 paling lambat dapat dilaksanakan pada awal April 2018.
"Runwaynya paling cepat di akhir triwulan pertama 2018, mudah-mudahan awal triwulan kedua kita sudah mulai bangun. Dan pembangunannya sendiri selama 18 bulan dari dimulainya pembangunan," ujarnya.
Seperti diketahui, pengadaan Runway 3 sudah sangat mendesak seiring meningkatnya lalu lintas penerbangan (traffic flight) di Bandara Soetta.
Saat ini, traffic flight di Bandara Soetta terbilang cukup padat yakni melayani 70 hingga 72 penerbangan per jam. Jumlah tersebut merupakan take-off maupun landing yang dilayani di dua Runway yang ada pada saat ini.(DBI/HRU)
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews