Connect With Us

Runway 3 Bandara Soetta, Lahan Rawa Burung Mulai Dibayar

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 28 Desember 2017 | 21:00

PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Soekarno Hatta melakukan pembayaran ganti rugi lahan seluas 21 hektare dengan total Rp. 30 Miliar kepada masyarakat yang terkena pembebasan lahan, Kamis (28/12/2017). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)


TANGERANGNEWS.com - Proses pembangunan landasan pacu (Runway) 3 Bandara Soekarno-Hatta mulai dilaksanakan.

Lahan warga di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, harus dibebaskan untuk pembangunan runway 3 .

Proses pembebasan lahannya pun tengah berlangsung. Pihak Angkasa Pura II telah melakukan pembayaran ganti rugi lahan seluas 21 hektare tersebut dengan total Rp30 Miliar, Kamis (28/12/2017).

"Hari ini kami bayarkan ganti kerugian terhadap 26 bidang lahan warga desa Rawa Burung dalam bentuk uang sebesar Rp 30 miliar lebih. Ini merupakan pembayaran perdana untuk lahan yang di Desa Rawa Burung," ujar Ketua Tim Pembebasan Tanah Bandara Soetta, Bambang Sunarso, sore ini.

Pembebasan tanah yang terletak di Desa Rawa Burung ini bisa disebut cukup menyita waktu. Para warga Desa Rawa Burung pun dinyatakan sepakat lahannya dibebaskan.

Kendati demikian, para warga itu sempat tidak setuju. Mereka melakukan aksi unjuk rasa karena tidak terima dengan hasil penilaian ganti kerugian lahan milik mereka.

Aksi unjuk rasa tersebut pun sepertinya membuahkan hasil. Nilai ganti kerugian lahan yang sudah ditetapkan dan siap diumumkan akhirnya harus ditinjau ulang.

BACA JUGA :

Hal tersebut merupakan tindak lanjut surat dari Dewan Penilai Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) yang meminta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Doli Siregar & Rekan untuk merevisi hasil penilaian lahan Desa Rawa burung dan Desa Rawa Rengas.

Namun, ketika dilakukan musyawarah ganti kerugian pada Kamis (09/11/2017) lalu, sebagian warga yang diundang langsung menyatakan setuju dengan nilai ganti kerugian yang ditetapkan oleh Tim Pembebasan tanah.

"Seperti kita ketahui, ketika dilakukan musyawarah ganti kerugian bulan lalu, cukup banyak yang langsung menyatakan setuju. Hari ini yang berkas-berkasnya dinyatakan lengkap langsung kita bayarkan," tutur Bambang.(DBI/HRU)

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:09

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.

KAB. TANGERANG
20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:13

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencatat masih ada sekitar 20.000 pekerja sektor informal di wilayahnya yang hingga saat ini belum tersentuh jaminan sosial.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill