Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Komunitas Bandara Soekarno-Hatta yang terdiri dari PT Angkasa Pura II, Imigrasi, Polres, Bea Cukai, Karantina, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan menggelar kerja bakti serentak di sejumlah titik yang ada di bandara terbesar di Indonesia itu, Jumat (19/1/2018).
Acara kerja bakti itu diikuti oleh para karyawan dan karyawati yang ada di lingkungan bandara. Seusai melakukan pembersihan di sejumlah titik dan tempat ibadah, mereka melanjutkannya di area perkantoran masing-masing.
BACA JUGA:
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Cabang Bandara Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan dan Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Enang Syamsi Supriyadi, Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Erwin Situmorang dan sejumlah perwakilan dari instansi lainnya.

Acara yang digagas Kantor Imigrasi itu untuk menyambut hari bakti ke-68 Imigrasi pada 26 Januari 2018 mendatang.
“Kerja bakti ini sangat bagus untuk menciptakan kekompakan untuk kita, agar saling mengenal satu sama lainnya. Komitmen kami sama, yakni untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta bersih dan nyaman untuk siapa saja yang berada di bandara,” terang Wakan.

Dia mengajak seluruh stakeholder di bandara bersama-sama untuk terus menjalin kerjasama yang erat lewat momentum bersih-bersih bandara ini.

“Dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan adalah suatu bentuk pengabdian. Baik secara individu maupun korporasi, kita semua dituntut untuk melakukan perubahan. Lepaskan asumsi, kebiasaan dan rutinitas selama ini, mari kita melakukan transformasi yang tidak biasa,” tegas Wakan.(DBI/RGI)
TODAY TAGPemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews