Connect With Us

Polres Bandara Soetta Bekuk "Doktor" Pengedar Sabu Lewat Instagram

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 8 Agustus 2019 | 13:30

| Dibaca : 4952

Kapolres Kota Bandara Soetta Komisaris Besar Viktor Togi Tambunan saat menunjukan sketsa barang bukti pengungkapan dari tersangka berinisial MRR pelaku pengedar narkoba jenis sabu melalui media sosial. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

 

TANGERANGNEWS.com-Petugas Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) membekuk pria berinisial MRR yang merupakan pengedar narkoba jenis sabu.

Modus yang dilakukan MRR dalam mengedarkan barang haram ini dinilai Kapolres Kota Bandara Soetta Komisaris Besar Viktor Togi Tambunan unik. Pasalnya, MRR menjual sabu secara daring (online) lewat media sosial Instagram, dengan akun bernama doktor alias dr.bankbong.

"Kasus ini sangat unik karena transaksinya lewat Instagram, ya," ujar Viktor dalam jumpa pers di Mapolres Kota Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (8/8/2019).

Kapolres Kota Bandara Soetta Komisaris Besar Viktor Togi Tambunan saat menunjukan sketsa barang bukti pengungkapan dari tersangka berinisial MRR pelaku pengedar narkoba jenis sabu melalui media sosial.

Viktor menerangkan, MRR ditangkap di kantor jasa ekspedisi di kawasan Pontianak Selatan, saat hendak menjual sabu ke pelanggannya menuju Jakarta pada Kamis (25/7/2019). Saat ditangkap, polisi menyita sabu seberat 7,55 gram.

Dalam modus pengirimannya pula, menurut Viktor, MRR menyembunyikan barang haram ini dengan berbagai cara seperti lewat baju yang sudah dilubangi serta disimpan lewat kaleng, demi mengelabui petugas jasa ekspedisi.

Baca Juga 

"Modusnya, pelaku kirim dengan kamuflase pakai kaleng rokok isi pasir, tapi diisi paket narkoba," terangnya.

Kasus ini dikembangkan. Polisi pun menangkap pembeli sabu asal Jakarta itu dan pemasok sabu kepada MRR.

Kapolres Kota Bandara Soetta Komisaris Besar Viktor Togi Tambunan saat menunjukan sketsa barang bukti pengungkapan dari tersangka berinisial MRR pelaku pengedar narkoba jenis sabu melalui media sosial.

Dalam proses menawarkan barang haram kepada pengikutnya di Instagram, MRR mengunggah foto sabu dan dibubuhi keterangan promo.

"Dari Instagram pemilik akun memposting penawaran-penawaran terkait dengan barang-barang sabu. Ada diskonnya 50 persen," kata Viktor.

MRR mengaku menjual sabu lewat Instagram melalui akun dr.bankbong sejak Mei 2019. Ia juga mengaku sudah mengirim 26 kali pesanan sabu kepada pelanggannya yang berada di luar daerah seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, hingga Jogjakarta. Ia menambahkan para pelanggan yang memesan sabu kepadanya berbagai kalangan atau umum.

"Sebenarnya kalau jualan ini mulainya tahun 2018, tetapi saat jual saya pernah ketipu. Terus vakum dan aktif lagi pada Mei 2019," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, MRR mendekam di tahanan Polres Kota Bandara Soetta. Ia disangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (2) Subsider 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang No. 35/2009 tentang Narkotika.(RMI/HRU)

BISNIS
Jadi Startup Cukur Rambut Online, DKapster Berpotensi Sukses

Jadi Startup Cukur Rambut Online, DKapster Berpotensi Sukses

Minggu, 18 Agustus 2019 | 10:00

TANGERANGNEWS.com—Industri berbasis digital terus tumbuh seiring laju industri 4.0. Beragam inovasi muncul untuk memudahkan konsumen mendapatkan layanan tertentu.

HIBURAN
Setelah Vakum, Delia Septianti Persembahkan Single Suasana Hati

Setelah Vakum, Delia Septianti Persembahkan Single Suasana Hati

Minggu, 28 Juli 2019 | 17:05

TANGERANGNEWS.com—Delia Septianti memutuskan kembali lagi ke dunia musik setelah vakum beberapa tahun. Ia mempersembahkan single Suasana Hati kepada pecinta musik Indonesia.

MANCANEGARA
Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Selasa, 26 Maret 2019 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Ulama kharsimatik, Fethullah Gulen menilai demokrasi di Turki telah dirusak Presiden Recep Tayyip Erdogan. Namun Fethullah Gulen percaya kondisi itu tak akan berlangsung lama.

"Kita mungkin akan kecewa jika gagal, tapi kita telah gagal bila kita tidak mencoba."

Eleanor Roosevelt