Connect With Us

Dua Wanita asal Lebak Digauli Biksu Bergiliran

Ray | Senin, 11 September 2017 | 09:00

Ilustrasi pemerkosaan. (Shutterstock / Shutterstock)

TANGERANGNEWS.com-Gadis dibawah umur berinisial  L,14, asal Kecamatan Sobang dan J, 12, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten dijual ke Singapura oleh sindikat perdagangan manusia. Sebelum dijual, keduanya menjadi pemuas biksu berinisial H. Beruntung, L dan J berhasil diselamatkan.

Kepala Dinas Sosial Lebak Eka Darmana mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah salah satu paguyuban pasundan di  Batam mendapati adanya laporan tersebut.

“Saya langsung berkoordinasi dengan Bupati untuk segera dilakukan penjemputan,” ujar Eka, hari ini.

Kedua gadis tersebut berhasil dipulangkan setelah pihak kepolisian Borelang berhasil menciduk tiga pelaku sindikat perdagangan manusia yang diketahui sudah beraksi sejak tahun 2016. BACA JUGA : 5 Peristiwa Selingkuh sampai ketahuan mesum di Tangerang

Keduanya diketahui pada tanggal 9 Agustus 2017 dijanjikan seorang warga Cipanas Lebak bernama Rokhayah untuk bekerja.

Eka mengatakan, keduanya dijanjikan bekerja di sebuah vihara dan toko di wilayah Jakarta dengan gaji Rp1,5 juta. Terbujuk dengan rayuan Rokhayah, L dan J berangkat ke Jakarta.

Setibanya di ibu kota, L dan J tidak langsung diantar ke tempat kerja yang dijanjikan. Keduanya justru disekap di sebuah hotel selama 1 minggu. Rokhayah menyerahkan keduanya kepada H. Selama di hotel itu, keduanya diminta melayani nafsu bejat seorang biksu bernama Hendra. Sepekan di Jakarta, L dan J kemudian diterbangkan ke Batam. BACA JUGA : 3 Kejadian Pemerkosaan di Tangerang

Dari Batam keduanya diduga kuat akan dijual ke Singapura. Ironinya, di Batam, keduanya juga mendapat perlakukan yang sama seperti saat berada di Jakarta. Dua remaja putri ini kembali dicabuli oleh Bagas yang diketahui sebagai asisten biksu Hendra bernama Bagas. “Ya, keduanya mengaku sudah digauli selama berada di hotel itu,” kata Eka

Kemudian, keduanya dibawa ke Batam bersama 6 gadis lainnya yang berasal dari daerah lain.

“Di Batam ini paguyuban pasundan yang ada di sana melihat dua orang gadis di salah satu vihara. Karena curiga, oleh paguyuban ini diintai dan dipastikan bahwa itu warga Lebak yang diduga kuat akan dijual ke Singapura,” ungkap Eka.

Setelah dilakukan pengembangan, petugas kemudian menangkap Hendra dan Rokhayah. “Rokhayah ini perannya makelar,” imbuhnya.(DBI)

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

PROPERTI
Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00

Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill