Connect With Us

Curi Jagung, Kawanan Bajing Loncat Ditangkap Polisi di Cilegon

Mohamad Romli | Jumat, 28 Juni 2019 | 18:37

Polisi berhasil mengamankan kawanan bajing loncat yang biasa mencuri di kawasan industri Krakatau Steel, Cilegon, Banten, Jumat (28/6/2019). (@TangerangNews / Mochamad Iqbal)

TANGERANGNEWS.com-Polisi menangkap kawanan bajing loncat yang biasa beraksi di kawasan industri Krakatau Steel, Cilegon, Banten. Mereka menyasar barang industri gandum dan jagung.

Penangkapan diawali dari viralnya video kawanan bajing loncat sedang melakukan aksinya yang direkam oleh salah seorang warga. Dari petunjuk video tersebut, polisi kemudian bergerak mencari para pelaku. Tujuh orang terduga pelaku pun diamankan.

BACA JUGA:

"Jadi setelah kita lakukan penyelidikan dari kawan-kawan Reskrim berhasil mengamankan 7 orang yang diduga sebagai pelaku dari tindak pidana bajing loncat ini," kata Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Jumat (28/6/2019).

Aksi kawanan bajing loncat selalu mengincar komoditi pertanian seperti jagung dan gandum. Mereka melakukan aksinya saat truk pengangkut jagung berbelok. Ketujuh pelaku kemudian membuntuti truk dari belakang, seorang pelaku lantas naik ke dalam truk untuk mengambil barang curian.

"Jadi modusnya ada yang pada saat truk ini melambat diputaran. Mereka kemudian naik ke bagian belakang truk dan mengambil. Ada juga pada saat truk ini berjalan mereka menggunakan sepeda motor, baik mengambil karungnya langsung atau digancu karungmya sehingga barangnya bisa keluar," tuturnya.

Kasus bajing loncat yang dinilai meresahkan pelaku industri tersebut akan terus dikembangkan pihak kepolisian. Polisi akan menelusuri penadah barang jarahan tersebut.

"Ini juga akan kita kembangkan kepada para penadah yang selama ini membeli dari hasil kegiatan ini," ujarnya.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. (MI/MRI/RGI).

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

BANDARA
Pulihkan Laut Terdampak Tsunami Banten, Bandara Soetta Dorong Konservasi Terumbu Karang di Tanjung Lesung

Pulihkan Laut Terdampak Tsunami Banten, Bandara Soetta Dorong Konservasi Terumbu Karang di Tanjung Lesung

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:08

PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memperkuat komitmen pelestarian ekosistem maritim, dengan memperluas program konservasi terumbu karang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung

TANGSEL
Atasi Krisis Sampah, Kota Tangsel Adopsi Metode Pengelolaan Sampah Bali

Atasi Krisis Sampah, Kota Tangsel Adopsi Metode Pengelolaan Sampah Bali

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:14

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis sampah di wilayah tersebut. Kali ini dengan memanfaatkan metode Teba Komposter, sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill