Connect With Us

Tarik Wisatawan, Menpar Minta Status Gunung Anak Krakatau Diubah

Mohamad Romli | Jumat, 5 Juli 2019 | 21:08

| Dibaca : 794

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. (TangerangNews/2019 / Mochamad Iqbal)

 

TANGERANGNEWS.com- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta status Gunung Anak Krakatau dirubah menjadi Taman Wisata Alam (TWA). Saat ini, status gunung itu sebagai cagar alam dan cagar alam laut.

Perubahan status itu dinilai perlu untuk menarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Perubahan status gunung bisa didiskusikan dengan kementerian terkait.

Baca Juga :

"Untuk Anak Krakatau bisa dicontoh juga Ijen, Taman Wisata Alam (TWA). Nanti kita diskuaikan saja radius mana yang TWA dan radius mana yang masih cagar alam," kata Arief di Cilegon, Jumat (5/7/2019).

Pemilahan status gunung yang terletak di Selat Sunda tersebut, lanjut Ari, perlu dilakukan. Jika ada kejelasan pemisahan status, dipastikan wisatawan akan berbondong-bondong menikmati alam Gunung Anak Krakatau.

"Itu penting untuk ditetapkan karena TWA itu akan menarik banyak wisatawan  Jadi mohon dipertimbangkan rekan-rekan para stakeholder untuk bisa mengarahkan Anak Krakatau dan sekitarnya sebagai Taman Wisata Alam," ujarnya.

Jika sudah dirubah statusnya, maka pariwisata Gunung Anak Krakatau bisa menguntungkan dua daerah yakni Banten dan Lampung. (MI/MRI/HRU)

TANGSEL
Tiga Kasi di Kejari Tangsel Naik Kelas

Tiga Kasi di Kejari Tangsel Naik Kelas

Jumat, 22 November 2019 | 22:00

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak tiga Kepala Seksi (Kasi) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) naik kelas dan digeser ke

KAB. TANGERANG
Pengeroyokan Saat Balap Liar di Jalan Pemda, 1 Pelaku Dibekuk

Pengeroyokan Saat Balap Liar di Jalan Pemda, 1 Pelaku Dibekuk

Jumat, 22 November 2019 | 20:04

TANGERANGNEWS.com-Pelaku pengeroyokan saat Balap Liar di Jalan Pemda Tigaraksa, Kelurahan Budimulya, Cikupa, dibekuk Satuan Reserse Kriminal

"Kinerja yang hebat bukanlah karena keberuntungan. Dibutuhkan fokus, kesungguhan hati dan kerja keras."

Anonymous