Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
Cilegon - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan tewas di dekat rel kereta api, Cibeber, Kota Cilegon. Polisi dan warga menduga Mr X adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Mr X sebelumnya sudah dua hari belakangan terlihat mondar-mandir di permukiman warga yang tak jauh dari rel kereta api. Dari perawakannya, warga menduga bahwa orang tersebut mengalami gangguan jiwa dilihat dari pakaian yang dikenakan.

"Sekitar dua hari lalu masih lalu lalang belum terpuruk, kebiasaan di sini karena memang warga kita tidak memperdulikan hal tersebut. Iya (gangguan jiwa) tapi stabil," kata ketua RT setempat, Kohar Muzakar kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).
Penemuan mayat tanpa identitas ditemukan oleh seorang warga sekitar, Komarudim di depan rumahnya. Ia kemudian melapor ke RT dan pihak kepolisian sekitar pukul 14.15 WIB. Tim identifikasi dari Polres Cilegon langsung mengevakuasi mayat tersebut ke RSUD Cilegon.
Baca Juga :
"Sementara berdasarkan keterangan saksi bahwa 2 hari yang lalu mondar mandir di sini Mr X yang mengenakan jaket hitam, celana jins itu sementara diduga bahwa dia orang gangguan jiwa," kata Kapolsek Cibeber AKP Muljadi.
Polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan dan peristiwa tabrak kereta di tubuh korban. Untuk identifikasi lebih lanjut, polisi melakukan visum di rumah sakit.
"Sementara belum ada (tanda-tanda kekerasan), nanti lebih jauh nanti tim identifikasi visum di rumah sakit," ujarnya.(RMI/HRU)
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGGubernur Banten Andra Soni menjajaki kerja sama strategis dengan Cambridge School Indonesia guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan dibedah sepanjang 2026. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari tingkat urgensi di lapangan.
Sejumlah guru yang berasal dari Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Tangerang menyampaikan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, perihal kesejahteraan serta ketidakjelasan status kerja guru madrasah.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews