Connect With Us

Hasil Survey: Kinerja WH sebagai Gubernur Banten Dinilai Memuaskan

Rachman Deniansyah | Kamis, 26 Desember 2019 | 19:32

Konferensi Pers dan Diskusi yang digelar oleh Visi Research and Consulting (VISI) di Grand Zuri Hotel, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (26/12/2019). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kinerja Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim (WH) yang telah menginjak separuh periode kepemimpinan dinilai berhasil dan memuaskan masyarakat se-Provinsi Banten.

Hal tersebut berdasarkan hasil survey yang dipaparkan oleh Visi Research and Consulting (VISI) di Grand Zuri Hotel, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (26/12/2019).

Direktur VISI Ali Irfani mengatakan, WH dianggap berhasil membuat kemajuan dan terobosan penting di berbagai sektor. 

"Baik sektor ekonomi, infrastruktur, politik, keamanan, hukum, dan sektor pelayanan publik," ucap Irfan di lokasi. 

BACA JUGA:

Survey itu mengambil sampel dengan keterlibatan 1.200 responden di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten. Dengan toleransi kesalahan ( margin of error ) 2,8 persen, serta pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Ali menjelaskan, penilaian positif masyarakat kepada Gubernur WH ditopang oleh kinerja prima pemerintahan Provinsi Banten dalam pelayanan publik. Pemerintah Banten dinilai memberi kemudahan dalam pelayanan tiga bidang primer. 

"Pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan irigasi. Akses yang mudah berbagai kebutuhan dasar, seperti air bersih, jaringan listrik, pupuk, gas, dan bibit. Serta kemudahan akses ekonomi, seperti menjual hasil pertanian," ungkapnya.

Ali memaparkan, kepuasan mayoritas masyarakat Banten atas kinerja dan kepemimpinan WH bersama Andika Hazrumy mencapai angka 50 persen lebih. 

"Kinerja Gubernur Banten sangat atau cukup memuaskan, yaitu sebesar 59,1%. Dan hanya 32,8% yang menilai kurang atau tidak memuaskan. Data ini tidak jauh berbeda dengan penilaian kinerja Wakil Gubernur Banten yang dinilai sangat cukup memuaskan, yaitu 52,9%," paparnya.

Hal itu, kata Ali, dapat terwujud lantaran perbandingan antara indeks kinerja dan indeks harapan terhadap WH memiliki gap atau jarak yang tak terlalu jauh antara keduanya. 

Misalnya, kata Ali, pada bidang yang dianggap penting, seperti pendidikan dan kesehata. Bidang pendidikan memiliki indeks harapan sebesar 3,2 dan indeks kinerja sebesar 3,4. Sedangkan bidang kesehatan memiliki indeks harapan 3,2 dan indeks kinerjanya yang mencapai angka 3,5.

"Artinya, jika tingkat harapan melebihi atau berada di atas dari pada tingkat kinerja,  masyarakat menilai kinerja WH telah berhasil dalam bidang tersebut," terangnya. 

Meski demikian, Dosen Hukum UIN Jakarta Andi Syafrani, tetap memiliki catatan kritis atas segala capaian WH tersebut. 

Menurutnya, keberhasilan tersebut masih tergolong dalam aspek internal. Ia menilai WH masih harus merapihkan jajaran birokrasi di bawahnya. 

"Tantangan ke depan, di setengah periode yang akan datang, WH harus memberi kontribusi yang signifikan, yang berdampak luas dan masif kepada masyarakat," ujar Andi. 

Misalkan, kata dia, tentang tenaga kerja. Terlebih, Banten merupakan wilayah yang memiliki potensi industri yang luar biasa, dari mulai Tangerang sampai Cilegon. 

"Saya kira ini yang harus dikelola, sehingga potensi industri yang ada di Banten bisa dikelola dengan baik. Banten itu punya potensi yang sangat besar," pungkasnya.(MRI/RGI)

SPORT
Peluang Argentina Back to Back Juarai Piala Dunia 2026

Peluang Argentina Back to Back Juarai Piala Dunia 2026

Rabu, 15 Juli 2026 | 12:55

Persaingan menuju gelar Piala Dunia 2026 hanya menyisakan empat negara, yakni Timnas Argentina, Timnas Inggris, Timnas Prancis, dan Timnas Spanyol.

NASIONAL
PPATK Siap Lacak Sumber Kekayaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

PPATK Siap Lacak Sumber Kekayaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 16:09

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan siap melacak sumber aliran dana harta kekayaan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

BANTEN
38 Ribu Warga Banten Diprediksi Terdampak Kekeringan, Lebak dan Kabupaten Tangerang Terbanyak

38 Ribu Warga Banten Diprediksi Terdampak Kekeringan, Lebak dan Kabupaten Tangerang Terbanyak

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:39

Dampak fenomena El Nino mulai menghantui wilayah Provinsi Banten. Memasuki pertengahan Juli 2026, sejumlah wilayah telah melaporkan krisis air bersih, memicu langkah cepat BPBD Banten dalam memperkuat mitigasi di seluruh kabupaten/kota.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill