KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 23 perawat RSUD Cilegon yang sempat dinyatakan positif COVID-19, mereka hari ini dinyatakan sembuh. Pihak Dinkes Cilegon memulangkan ke 23 perawat itu untuk isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.
Mereka saat dinyatakan positif menjalani perawatan di RSUD Cilegon selama kurang lebih dua pekan.
"Berdasarkan tembusan terakhir, PCR dinyatakan negatif semua, sehingga hari ini dipulangkan untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, Dana Sujaksani, Senin (22/6/2020).
Dana mengatakan, 16 orang perawat berdomisili di Cilegon dan sisanya di luar Cilegon. Ada yang tinggal di Serang dan Pandeglang.
"Semuanya 23 dan domisili Cilegon itu 16 orang, sisanya luar Cilegon," ujarnya.
Mereka sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing dan belum diperbolehkan kembali bekerja.
Meski demikian, pelayanan di RSUD Cilegon tetap berjalan normal meski ruang IGD sempat ditutup dua hari imbas tenaga kesehatan itu positif Corona.
"Pelayanan tetap berjalan seperti biasa sampai mereka beraktifitas seperti biasa, namun pasti ada pengurangan jumlah tempat tidur dan sebagainya. Secara prinsip masih melayani pasien," kata dia.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews