Fenomena Sarjana Pengangguran
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50
Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 23 perawat RSUD Cilegon yang sempat dinyatakan positif COVID-19, mereka hari ini dinyatakan sembuh. Pihak Dinkes Cilegon memulangkan ke 23 perawat itu untuk isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.
Mereka saat dinyatakan positif menjalani perawatan di RSUD Cilegon selama kurang lebih dua pekan.
"Berdasarkan tembusan terakhir, PCR dinyatakan negatif semua, sehingga hari ini dipulangkan untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, Dana Sujaksani, Senin (22/6/2020).
Dana mengatakan, 16 orang perawat berdomisili di Cilegon dan sisanya di luar Cilegon. Ada yang tinggal di Serang dan Pandeglang.
"Semuanya 23 dan domisili Cilegon itu 16 orang, sisanya luar Cilegon," ujarnya.
Mereka sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing dan belum diperbolehkan kembali bekerja.
Meski demikian, pelayanan di RSUD Cilegon tetap berjalan normal meski ruang IGD sempat ditutup dua hari imbas tenaga kesehatan itu positif Corona.
"Pelayanan tetap berjalan seperti biasa sampai mereka beraktifitas seperti biasa, namun pasti ada pengurangan jumlah tempat tidur dan sebagainya. Secara prinsip masih melayani pasien," kata dia.
Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
TODAY TAGSebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) tidak hanya mempercantik kawasan terminal dengan ribuan ornamen merah putih, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivasi interaktif
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews