Connect With Us

Banten Jadi Daerah Paling Tidak Bahagia, Pj Gubernur Sebut Kebahagiaan Adanya di Hati

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 26 September 2022 | 21:35

Pj Gubernur Banten Al Muktabar saat diwawancarai awak media. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al-Muktabar menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang membeberkan Provinsi Banten sebagai daerah paling tidak bahagia di Indonesia, dengan nilai indeks paling rendah.

Selain data BPS tersebut merupakan hasil survei tahun 2021, metodologi yang digunakan juga dipertanyakan.

"Yang ditanya sebagai responden itu siapa? Sampai dia menyatakan tidak bahagia," ucapnya, seperti dilansir dari JPNN, Minggu 25 September 2022.

Namun, Al-Muktabar menyatakan jika Pemprov Banten akan akan berupaya agar indeks kebahagiaan tersebut meningkat. Meskipun, menurutnya konsep kebahagiaan versinya yakni ada di dalam hati.

"Jadi, kebahagiaan itu tempatnya ada di hati," tuturnya.

Adapun satu upayanya meningkatkan indeks kebahagiaan yakni dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT), di mana Banten menjadi daerah pertama di Indonesia yang menyalurkannya. 

"Hari ini kami nyatakan untuk bahagia bersama," ujar Al-Muktabar.

Baca Juga:

Marak Aksi Gantung Diri di Tangerang, Bukti Kalau Banten Daerah Paling Tak Bahagia

Seperti diketahui, Provinsi Banten menjadi daerah paling tidak bahagia, berdasarkan rilis Indeks Kebahagiaan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahun 2021.

Rilis indeks kebahagiaan BPS diukur menggunakan tiga dimensi, yakni kepuasan hidup perasaan, dan makna hidup tersebut. Hasil surveinya, Banten mendapat nilai 68,08. Skor indeks kebahagiaan Banten ini paling rendah dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Nilai Banten tersebut disusul oleh Bengkulu dengan total skor 69,74, kemudian Papua dengan skor 69,87. Selain itu DKI Jakarta memiliki skor 70,68.

Di sisi lain, provinsi dengan Indeks Kebahagiaan 2021 paling tinggi adalah provinsi Maluku Utara dengan perolehan skor 76,34. Selanjutnya disusul tipis oleh Kalimantan Utara (76,33) dan Maluku (76,28).

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
SISGITA Tangsel Direplikasi 58 Daerah, Petakan Objek Pajak dan Tanah Secara Presisi

SISGITA Tangsel Direplikasi 58 Daerah, Petakan Objek Pajak dan Tanah Secara Presisi

Selasa, 22 September 2026 | 19:18

Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, terpadu, dan berbasis digital menjadi daya tarik bagi 58 pemda.

KOTA TANGERANG
Tragis! Wanita di Neglasari Tewas Dibacok Pedagang Warung Madura Sebanyak 26 Kali Gegara Utang

Tragis! Wanita di Neglasari Tewas Dibacok Pedagang Warung Madura Sebanyak 26 Kali Gegara Utang

Selasa, 22 September 2026 | 22:27

Kasus pembunuhan tragis akibat masalah utang piutang terjadi di Jalan Irigasi, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

BANTEN
Kanwil Kemenkum Banten Perkuat Pengawasan 1.700 Notaris Agar Lebih Profesional

Kanwil Kemenkum Banten Perkuat Pengawasan 1.700 Notaris Agar Lebih Profesional

Selasa, 22 September 2026 | 18:58

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Banten menggelar Diskusi dan Koordinasi Permasalahan Notaris di Grand Serpong Hotel, Kota Tangerang, Selasa 22 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill