Connect With Us

Isak Tangis Warnai Keberangkatan Jamaah Haji Kloter Terakhir di Tigaraksa

Mohamad Romli | Senin, 21 Agustus 2017 | 16:00

Suasana Keberangkatan Para Jamaah Haji Kloter Terakhir di Tigaraksa, Senin (21/8/2017). (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Suasana haru berderai air mata mewarnai keberangkatan jamaah haji kloter 53 Banten asal Kabupaten Tangerang, Senin (21/8/2017). Sebanyak 388 jemaah haji kloter terakhir dari Kabupaten Tangerang tersebut diantar keluarganya di titik pemberangkatan di Masjid Al Amjad, Tigaraksa. BACA JUGA : 388 Jemaah Haji Kota Tangerang Berangkat ke Tanah Suci

haji

Tampak tangisan haru keluarga Jamaah Haji Kloter Terakhir, Kabupaten Tangerang, Senin (21/8/2017).

Para jamaah haji yang akan menunaikan Rukun Islam kelima tersebut mengaku pelayanan yang diberikan pihak penyelenggara sudah lumayan baik. Mereka juga sudah mempersiapkan fisik dan mental agar nanti bisa melaksanakan semua rangkaian kegiatan di tanah suci.

"Saya bawa bekal beras, gula, asem juga obat sakit kepala, jaga-jaga takut sakit kepala," ujar Ade, salah satu jamaah haji kloter 53.

Sementara ada juga jamaah yang mengatakan tidak ada persiapan khusus untuk keberangkatannya tersebut. "Saya cuma berharap bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji dan menjadi haji mabrur," ungkap Alisa. BACA JUGA : Ini Jadwal Pemberangkatan Jemaah Haji Asal Tangsel

Rombongan tersebut diberangkatkan menggunakan bus menuju Asrama Haji di Pondok Gede, Jakarta. Rencananya, besok mereka akan terbang menuju Tanah Suci dari Bandara Soekarno-Hatta.(RAZ)

PROPERTI
Paramount Petals: Kota Mandiri yang Terencana, Berkelanjutan, dan Berwawasan Lingkungan untuk Masa Kini dan Generasi Mendatang

Paramount Petals: Kota Mandiri yang Terencana, Berkelanjutan, dan Berwawasan Lingkungan untuk Masa Kini dan Generasi Mendatang

Rabu, 22 April 2026 | 16:50

Salah satu kota mandiri di Tangerang, Paramount Petals dibangun dengan perencanaan matang di berbagai aspek, mulai dari lingkungan, keberlanjutan, hingga kenyamanan hidup

BANTEN
Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Rabu, 22 April 2026 | 23:15

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.

OPINI
Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Kamis, 23 April 2026 | 14:04

Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill