Connect With Us

Tumpukan Sampah di Jalan Raya Serang Akhirnya Diangkut

Mohamad Romli | Selasa, 12 September 2017 | 16:00

Tumpukan sampah dipinggir Jalan Raya Serang Km 12,5 Desa Bitung Jaya dan Km 12, Desa Bunder, Cikupa, Selasa (12/9/2017). (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Tumpukan sampah dipinggir Jalan Raya Serang Km 12,5 Desa Bitung Jaya dan Km 12, Desa Bunder, Cikupa dibersihkan oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Selasa (12/9/2017).

Untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut, DLHK menurunkan alat berat dan beberapa truk pengangkut sampah. Petugas tampak bergelut dengan  tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tidak sedap serta dihinggapi lalat besar.

"Dari tadi pagi kami bersihkan, mulai dari di Km 12," ujar Andi, petugas dari DLHK kepada TangerengNews.com  di lokasi. BACA JUGA : Banyak Korban, Bak Truk Sampah di Cikupa Harus Dipindahkan

Menurutnya, volume sampah yang diangkut di Km 12 mencapai empat truk, sementara di Km 12,5 diperkirakan sampai delapan truk. "Sekarang sudah lima, kemungkinan jumlah sampah yang di sini (Km 12,5) sampai delapan truk," tambahnya.

Ditegaskannya, lokasi tersebut akan disterilkan dari tumpukan sampah. Memang awalnya di Km 12,5 disedikan bak truk sampah, sehingga warga terbiasa membuang sampah di lokasi.

"Kemungkinan enggak di simpan bak sampah lagi," imbuhnya yang menambahkan sampah tersebut diangkut ke TPA Jatiwaringin. BACA JUGA : Muara Sungai Dadap Tangerang Sesak dengan Sampah

Sementara Beni, warga setempat bersedia menangkap orang yang masih membuang sampah di Km 12,5, jika memang di lokasi tersebut dilarang dijadikan tempat membuang sampah.

"Kami siap bantu menangkap pelaku, kerjasama juga dengan ojek pangkalan di sini kalau memang ada arahan dari Pemkab," ujarnya.

Warga disekitar lokasi juga tidak setuju jika di lokasi tersebut dijadikan tempat penampungan sampah sementra. "Selain bau, juga udah dua kali terjadi kecelakaan, orang bawa motor nabrak bak truk sampah," tukasnya.(RAZ)

WISATA
Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan

Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan

Senin, 27 April 2026 | 07:36

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.

NASIONAL
Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan

Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan

Senin, 4 Mei 2026 | 11:52

Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.

BISNIS
Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, Bank Indonesia Bakal Lakukan Intervensi

Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, Bank Indonesia Bakal Lakukan Intervensi

Selasa, 5 Mei 2026 | 18:14

Bank Indonesia buka suara setelah nilai tukar rupiah menyentuh kisaran Rp17.400 per dolar AS, salah satu level terlemah di tengah tekanan global.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill