Connect With Us

Bosan begini terus, Salman Nekat Jadi Pengepul Pakong di Tangerang

Mohamad Romli | Minggu, 1 Oktober 2017 | 18:00

Pelaku berinisial Salman, 39. Tersangka perjudian pakong. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Salman, 39, warga Kampung Weliwis, Desa Weliwis RT03/03, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang bosan hidup sederhana. Dia pun nekat menjadi pengepul judi pakong di sekitar tempat tinggalnya. Kini dia harus berurusan dengan Satuan Reskrim Polresta Tangerang. Sebab, pria yang oleh langganannya disapa Erlon tersebut ketahuan melanggar  Pasal 303 KUHP tentang perjudian. 

Erlon diamankan oleh aparat Reskrim Polresta Tangerang, Kamis (28/9/2017) sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika itu dia sedang berada di lapangan bola di desa tersebut. 

BACA JUGA : Tiga Pelaku Judi Pakong di Balaraja Dibekuk

"Saat itu, tersangka sedang sedang mengecer sekaligus menunggu hasil setoran dari pengecer judi pakong di lapangan bola," ujar Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan, Minggu (1/10/2017).

tersangka

Pelaku perjudian Pakong.


Peran Erlon selain sebagai pengecer juga sebagai pengepul, karena sebelum menangkap Erlon. Sebelumnya petugas juga mengamankan dua orang tersangka lainnya, yaitu Sodeli, 30, warga setempat yang tertangkap tangan sedang memasang pakong kepada Rohman, 27, di Kampung Weliwis tersebut pada hari yang sama sekitar pukul 22.30 WIB. 

"Kami kemudian melakukan pengembangan untuk menangkap pengepulnya, dan malam itu juga kita amankan tersangka Salman yang berperan sebagai pengepul," tambahnya. 

Ketiganya kini diamanakan di Mapolresta Tangerang berikut dengan barang bukti uang tunai Rp1.595.000 dan telepon seluler. Dua barang bukti tersebut diamankan dari tersangka Salman. 

BACA JUGA : Polisi Gerebek Judi Sambung Ayam di Teluknaga

Sementara dari tersangka Rohman petugas mengamankan uang tunai Rp1.060.000 serta satu unit telepon seluler, selain itu, juga uang tunai Rp30 ribu milik Sodeli yang digunakan untuk memasang pakong kepada Rohman. 

"Motifnya mereka ingin mendapatkan uang dengan cara mudah tanpa kerja keras. Intinya mereka bosan hidup sederhana," imbuh Wiwin. (DBI/HRU)

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

TANGSEL
Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Senin, 28 September 2026 | 19:58

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Kepolisian melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, selama tiga hari, 28-30 September 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill