Polisi Sita 1.065 Butir Obat Keras Siap Edar dari Penghuni Kontrakan di Jatiuwung
Jumat, 28 November 2025 | 13:44
Unit Reskrim Polsek Jatiuwung berhasil mengungkap peredaran obat keras daftar G di wilayah Jatiuwung, Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Rangkaian kegiatan Festival Kesenian Tradisional Tangerang dan pasar rakyat yang dihelat Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Kabupaten Tangerang sejak Sabtu (4/11/2017) di Mardi Gras, Citra Raya, Panongan, ditutup dengan diskusi publik, Kamis (30/11/2017).
Diskusi bertajuk 'Kabupaten Tangerang dalam Bingkai Budaya dan Dekadensi Moral' itu berlangsung di sport center Citra Raya.
Lima narasumber didaulat dalam diskusi tersebut, yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang Yusrizal, Kasat Resnarkoba Polresta Tangerang Kompol Sukardi, Kabid Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) M Mahfuh, Kasie Kesiswaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Chairil Apriliana, dan Ketua Taman Baca Masyarakat Kabupaten Tangerang Andri Gunawan.
BACA JUGA : Anggota Komisi IX Ajak Masyarakat Mewaspadai Peredaran Narkoba di Banten
BACA JUGA : Hexymer & Tramadol Menjadi Tren Baru Penyalahgunaan Narkoba di Tangerang
Yusrizal mengatakan, gerakan literasi di Kabupaten Tangerang perlu ditumbuhkembangkan. Pihaknya, melalui perpusatakaan dan taman bacaan masyarakat terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat. Karena menurutnya, budaya membaca masyarakat di Kabupaten Tangerang masih rendah, terlebih saat ini gadget dan media sosial terlanjur merangsek ke tengah masyarakat.
"Budaya membaca ini sangat penting karena membaca harus menjadi peradaban," ujarnya.
Sementara Kompol Sukardi merasa prihatin dengan tingkat penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda. Dijelaskannya, dari serangkaian kasus yang berhasil diungkapnya, sebagian besar pelaku adalah dari kalangan anak muda.
Ia menegaskan, soal narkoba harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama dari aspek pencegahan. Pasalnya yang menjadi tren saat ini adalah penggunaan obat keras berupa Hexyner dan tramadol.
Kedua jenis obat keras itu sangat mudah didapatkan karena harganya yang relatif murah dibandingkan narkoba. "Penggunanya sebagian besar adalah kalangan remaja usia sekolah," katanya.
Ia mengajak semua pihak untuk membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, karena merusak generasi penerus bangsa. "Kalau ada penyalahgunaan narkoba segera laporkan ke kami," tambahnya yang juga berbagi nomor ponsel kepada peserta.
Widi Hatmoko, Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan, rangkaian festival dan pasar rakyat digelar berangkat dari keprihatinan Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang dengan kondisi geliat kesenian di kota 1001 industri.
"Kegiatan ini juga sekaligus sebagai pemetaan kelompok kesenian mana saja yang masih ada di Kabupaten Tangerang," ujarnya.
Ia berharap, pasca kegiatan itu, Pemkab Tangerang benar-benar memperhatikan berbagai komunitas kesenian yang ada, karena dari sisi peluang, semestinya kesenian di Kabupaten Tangerang bisa berkembang.
"Sekarang tinggal difasilitasi oleh pihak Pemkab Tangerang, karena disini banyak peluang untuk mengembangkan kesenian," tukasnya.
Kegiatan itu juga dibuka dan ditutup dengan penampilan Tari Cukin sebagai tarian khas Kabupaten Tangerang.(RAZ/HRU)
Unit Reskrim Polsek Jatiuwung berhasil mengungkap peredaran obat keras daftar G di wilayah Jatiuwung, Kota Tangerang.
TODAY TAGOPPO resmi meluncurkan perangkat A6x, smartphone terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan perangkat yang stylish, awet, dan nyaman digunakan sepanjang hari.
Memasuki usia ke-19 tahun, PT Paramount Enterprise International (Paramount Enterprise) semakin menegaskan kiprahnya sebagai salah satu perusahaan terdepan di sektor properti, kesehatan, dan perhotelan di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews