Connect With Us

Sidak PT MSJ di Sepatan, Ketua Komisi II DPRD Kecewa

Mohamad Romli | Kamis, 30 November 2017 | 23:00

PT. Mitra Serasi Jaya pabrik produksi kertas dan tisu. (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriyadi, merasa sangat kecewa kepada manajemen PT Mitra Serasi Jaya (MSJ). Pasalnya saat dia melakukan sidak ke pabrik produksi kertas dan tisu yang berlokasi di Jalan Kotabumi Nomor 38, Sepatan itu, Kamis (30/11/2017), tidak ada satu orang pun pihak manajemen yang bisa ditemuinya.

Bahkan, politisi PDI Perjuangan itu mengaku sempat bersitegang dengan petugas keamanan pabrik karena merasa dipersulit untuk bertemu pihak manajemen pabrik yang memproduksi kertas dan tisu itu.

"Cenderung kelihatannya perusahaan tersebut keberatan untuk didatangi. Sempat bersitegang dengan security, saat masuk pintu gerbang aja gak boleh," ujarnya.

BACA JUGA : Jari Nyaris Putus, Eks Buruh PT Mitra Serasi Jaya Sepatan Di-PHK Tanpa Klaim Asuransi

BACA JUGA : Data Tidak Jelas, Buruh Sulit Laporkan Tenaga Kerja Asing

Supriyadi pun bersikukuh akan bertahan dipabrik itu sampai pimpinan perusahaan menemuinya. Namun, pihak petugas keamanan menyambungkannya dengan salah satu perwakilan manajemen pabrik yang mengaku sebagai konsultan perusahaan melalui sambungan telepon.

Akhirnya ada yang menghubungkan saya melalui telepon dan bicara sebagai konsultannya, seseorang itu mengaku baru akan dilantik sebagai ketua Kadin (kamar dagang Indonesia) Kabupaten Tangerang," tambahnya.

Dijelaskannya, sidak tersebut dilakukan karena adanya aduan warga bahwa perusahaan tersebut belum memberikan santunan kepada salah satu pekerjanya yang mengalami kecelakaan kerja, sementara pekerja itu statusnya sudah di-PHK.

"Harusnya kan diberikan santunan, dibayar dan penetapan besaran santunan itu sudah ada dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten," tegasnya.

Pihak perusahaan diduga tidak mendaftarkan pekerja itu sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga menurutnya, semua resiko akibat kecelakaan kerja menjadi tanggung jawab perusahaan, termasuk santunan kepada korban.

"Kalau konsultannya oknum Kadin, masa perusahaannya tidak mau mengikuti aturan ketenagakerjaan," imbuhnya.

Ditanya hasil pembicaraan dengan konsultan perusahaan itu, Supriyadi mengatakan seseorang yang mengaku konsultan PT MSJ itu meminta supaya persoalan itu dibicarakan di kantor DPRD, dengan alasan di pabrik tersebut tidak ada tempat yang layak untuk dijadikan tempat pertemuan.

Ia juga merasa heran, karena semestinya jika konsultan perusahaan itu dari Kadin, seharusnya dapat membawa perusahaan kearah yang lebih baik. Termasuk pemenuhan hak-hak pekerja yang bersifat normatif. "Jangan-jangan malah sebaliknya, perusahaan diajari melanggar Undang-undang, ini ironis jadinya," katanya.

Ia menegaskan akan terus menindaklajuti kasus itu. Karena pasca insiden kebakaran pabrik kembang api di Kosambi yang merenggut puluhan nyawa pekerja dan puluhan korban luka lainnya, segala yang berkaitan dengan norma keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus menjadi perhatian serius setiap perusahaan di Kabupaten Tangerang.

"Tapi ternyata setelah kejadian di Kosambi, berurutan terungkap banyak kejadian kecelakaan kerja yang tidak diurus oleh pihak perusahaan. Rata-rata perusahaan itu berada di wilayah utara Tangerang," tukasnya.

Sementara itu, Purnama, petugas keamanan PT MSJ saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang itu datang ke lokasi pabrik sekitar pukul 10.00 WIB. Purnama mengatakan, saat legislator itu tiba pihaknya menjelaskan bahwa pimpinannya tidak berada ditempat.

"Tapi tidak ada kegaduhan saat anggota DPRD sidak. Kita bertanya kepada beliau, siapa dan dari mana dan ada tujuan apa. Itu aja, tidak bersitegang," katanya.(RAZ/HRU)

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

TANGSEL
Airin Raih Penghargaan Nasional, Benyamin Kenang Capaian saat Pimpin Tangsel

Airin Raih Penghargaan Nasional, Benyamin Kenang Capaian saat Pimpin Tangsel

Jumat, 8 Mei 2026 | 21:03

Mantan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany baru saja dinobatkan sebagai Outstanding Influential Woman Leader in Regional Development dalam ajang bergengsi CNN Indonesia Leading Women Awards 2026.

TEKNO
Apa itu Earnings Call dan Dampaknya ke Market Crypto

Apa itu Earnings Call dan Dampaknya ke Market Crypto

Kamis, 7 Mei 2026 | 15:31

Earnings call menjadi salah satu momen penting dalam dunia investasi karena mempengaruhi pergerakan pasar global. Tidak hanya saham, dampaknya juga bisa merembet ke market crypto.

PROPERTI
Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54

Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill