Connect With Us

Pilbup Tangerang 2018 Rawan Mobilisasi ASN

Mohamad Romli | Selasa, 5 Desember 2017 | 22:00

| Dibaca : 914

Ketua Bawaslu Banten, Didih M Sudi (Tengah) saat sosialisasi pengawasan pilkada di hotel Paragon, Curug, Selasa (5/12/2018). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Didih M Sudi mengatakan, saat ini Pilkada Kabupaten Tangeranh rawan terjadi mobilisasi aparatur sipil negara (ASN). 

Karena beberapa calon kepala daerah yang akan kembali maju adalah petahana, salah satunya Kabupaten Tangerang.

Didih mengatakan hal tersebut kepada TangerangNews.com usai menjadi narasumber sosialisasi pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang 2018 yang dihelat Panwaslu Kabupaten Tangerang di hotel Paragon, Curug, Selasa (5/12/2017).

Tiga hal yang menjadi prioritas pengawasan Bawaslu, kata Didih, yakni praktek politik uang, netralitas ASN dan penyelenggara pilkada. 

Praktek politik uang yang kerap terjadi ditegaskannya merusak sendi demokrasi, sehingga ia mengajak semua pihak untuk turut aktif mengawasi dan melaporkan jika hal itu terjadi.

BACA JUGA: Masyarakat Jangan Jadi Penonton dalam Pilbup Tangerang 2018

“Kedua adalah mobilisasi ASN atau pegawai negeri sipil (PNS), jangan sampai karena calonnya ada yang incumbent (petahana), terjadi mobilisasi pegawai negeri yang semestinya netral,” ujarnya.

Masih kata Didih, sanksi berat pu8n akan diberikan kepada ASN yang tidak netral, karena jika terbukti melakukan praktek politik praktis dalam perhelatan Pilkada, akan berurusan dengan komisi aparatur sipil negara.

Untuk mengungkap keterlibatan ASN tersebut, Didih pun meminta masyarakat untuk berperan aktif melaporkan ke Panwas jika menemukan ada ASN yang melakukan tindakan politik praktis saat pilkada.

“Kami butuh mata masyarakat, kalau ada segera laporkan ke panwas,” tambahnya.

Sementara itu, netralitas penyelanggara pun turut menjadi fokus pengawasannya, terlebih di Kabupaten Tangerang pada saat perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017, terjadi pencoblosan ulang di 15 TPS di Teluknaga.

“Di Kabupaten Tangerang saat Pilgub 2017 kita punya masalah di Teluknaga,  jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

Didih berharap, calon kepala daerah di empat Kabupaten/Kota di Banten yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak di 2018 untuk bersaing secara sehat.

“Kalau incumbent jangan memobilisasi ASN dan menggunakan pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan massif, karena itu bisa membatalkan (pencalonan),” tukasnya.(DBI/RGI)

TEKNO
Samsung Rilis Galaxy A8+ Edisi Spesial Avenger : Infinity War

Samsung Rilis Galaxy A8+ Edisi Spesial Avenger : Infinity War

Jumat, 27 April 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Samsung meluncurkan Samsung Galaxy A8 + Avengers Marvel Studio: Infinity War Special Edition dalam jumlah yang sangat terbatas, yaitu 500 barang koleksi. Smartphone ini hanya akan tersedia saat Avengers Marvel Studio: Infinity War

BANTEN
Tawuran Pelajar di Tangsel Disorot Gubernur, WH: Jangan Terulang Lagi!

Tawuran Pelajar di Tangsel Disorot Gubernur, WH: Jangan Terulang Lagi!

Kamis, 2 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Tawuran dua kelompok pelajar di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, Tangsel, Selasa (31/7/2018) disorot Gubernur Banten, Wahidin Halim. Bahkan, sosok yang akrab disapa WH itu terjun langsung ke dua sekolah yang terlibat.

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

MANCANEGARA
Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Senin, 16 Juli 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita diperkosa dan dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh sekelompok pria di India. Dari lima pelaku, dua diantaranya telah ditangkap kepolisian setempat.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie