Connect With Us

Seba Bupati, Warga Hadiahi Zaki Ayam Jago

Mohamad Romli | Rabu, 27 Desember 2017 | 12:00

| Dibaca : 943

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, saat menerima rombongan ratusan warga yang membawa beragam hasil bumi dan kuliner tradisional, di halaman Kantor Bupati, Rabu (27/12/2017). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menerima rombongan ratusan warga yang membawa beragam hasil bumi dan kuliner tradisional. Mereka menyerahkan beragam barang bawaan secara langsung kepada orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu di halaman Kantor Bupati, Rabu (27/12/2017).

Selain hasil bumi serta kuliner, warga juga menyerahkan ayam jago sebagai simbol kejantanan seorang pemimpin yang diharapkan bisa membawa masyarakat menuju kemakmuran. Selain itu, warga juga berharap putera Ismet Iskandar tersebut kembali maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tangerang yang akan dihelat 2018 mendatang.

BACA JUGA:

Prosesi acara tersebut dikemas dengan adat sunda, yakni upacara mapag panganten, dimana ditampilkan aneka tarian, salah satunya adalah tari merak, seni karawitan, bodoran (komedi) yang dikombinasikan dengan kesenian khas Banten  diantaranya debus dan pencak silat.

Ki Lengser dan Nyi Lengser, tokoh dalam cerita Padjadjaran atau Mundinglaya Di Kusumah turut ditampilkan, gerak-geriknya mengundang gelak tawa peserta, pun Bupati Tangerang.

Kepada awak media, ketua rombongan Seba Bupati tersebut, Hasan Doni mengatakan, acara itu dikemas pihaknya dalam rangkaian HUT Kabupaten Tangerang untuk melestarikan kesenian tradisional Kabupaten Tangerang. 

Menurutnya, saat ini kesenian serupa hampir punah tergerus oleh arus modernisasi, sehingga generasi muda saat ini hampir tidak mengetahuinya.

"Kita berharap, tradisi ini terus dijaga, ditampilkan setiap kegiatan besar, sehingga masyarakat pun tahu, kita punya tradisi ini," ujarnya.

Sementara terkait dengan hasil bumi yang diserahkan, Ketua Bersahaza itu mengatakan, jika karakter masyarakat Kabupaten Tangerang adalah masyarakat agraris, terbukti dengan masih adanya kegiatan bercocok tanam yang saat ini masih dilakukan terutama di wilayah pedesaan.

"Agri kultur ini harus dikembangkan, karena menjadi watak dan karakter masyarakat Kabupaten Tangerang," tambahnya.

Sementara, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar pun mengakui jika karakter masyarakat Kabupaten Tangerang adalah masyarakat agraris. Seba Bupati pun dikatakannya menjadi tradisi masyarakat yang saat ini telah bergeser menjadi masyarakat industri.

"Tradisi Seba ini harus dilestarikan, karena menjadi jati diri masyarakat tradisional yang berbasis agri kultur," katanya.

Dengan ditampilkannya tradisi Seba itu dalam rangkaian HUT Kabupaten Tangerang, Zaki berharap tradisi itu tidak punah, sehingga generasi muda pun diharapkannya bisa turut melestarikan warisan budaya tersebut.

"Kemajuan zaman tidak boleh merubah jati diri generasi muda sebagai masyarakat Kabupaten Tangerang," tukasnya.(DBI/RGI)

TANGSEL
Warga Pakulonan Tenggelam di Cisadane, Korban Belum Ditemukan

Warga Pakulonan Tenggelam di Cisadane, Korban Belum Ditemukan

Minggu, 19 Agustus 2018 | 20:39

TANGERANGNEWS.com-Peristiwa tenggelamnya warga di sungai Cisadane kembali terjadi. Nurul Ihsan, 24, hingga kini belum

MANCANEGARA
Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Senin, 16 Juli 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita diperkosa dan dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh sekelompok pria di India. Dari lima pelaku, dua diantaranya telah ditangkap kepolisian setempat.

WISATA
Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Jumat, 29 Juni 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Selalu ada sejuta alasan untuk kembali ke kota Bandung, apalagi bagi warga di Jakarta. Selain karena jaraknya yang dekat, ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota dingin yang suhunya jauh berada di bawah kota Metropolitan Jakarta.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie