Connect With Us

Identitas Mayat di Pasar Kemis Terungkap

Mohamad Romli | Selasa, 27 Februari 2018 | 20:00

Jenazah Daroji, 63, ditemukan tergeletak diantara semak-semak di lapangan bola Perumahan Bumi Indah, Kelurahan Kutajaya, Pasar Kemis, Selasa (27/2/2018). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Kapolsek Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kompol Kosasih menjelaskan, atas temuan jasad seorang pria yang ditemukan tergeletak diantara semak-semak di lapangan bola Perumahan Bumi Indah,  Kelurahan Kutajaya, Pasar Kemis, Selasa (27/2/2018).

Menurut Kosasih, identitas korban adalah Daroji, 63, warga Perumahan Villa Tangerang Elok Blok E9/29, RT 02/18, Kelurahan Kutajaya, Pasarkemis, Kabupaten Tangerang.

"Korban diduga meninggal karena sakit," ujarnya.

BACA JUGA:

Menurutnya, dari keterangan yang dihimpun pihaknya dari keluarga korban, Senin (26/2/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, korban pamit ke anaknya untuk mencari rumput ilalang yang dijadikan sebagai obat.

Namun, korban tidak pulang hingga sore hari. Pihak keluarga pun mencari keberadaan korban, namun tak kunjung ditemukan.

"Hari ini, sekitar pukul 15.00 WIB korban ditemukan sudah neninggal dunia di pinggir  lapangan bola Bumi Indah," tambahnya.

Penyebab kematian korban dijelaskan Kosasih diduga karena sakit. Karena tidak ditemukan tanda bekas kekerasan ditubuh korban, hanya saja dari mulut korban mengeluarkan busa.

"Pihak keluarga membenarkan jika korban mengidap epilepsi dan sering kambuh," imbuhnya.

Kini jasad korban telah disemayamkan dirumah duka, sementara pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. 

"Pihak keluarga tidak mengijinkan atau tidak setuju korban di bawa ke RS untuk di otopsi," tukasnya.(DBI/RGI)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

BANDARA
Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:46

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo (APK) berinisial GM ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dalam perkara dugaan korupsi kerja sama pengoperasian pesawat udara tahun 2022.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill