Connect With Us

Mudah Dibeli, Pedagang di Pasar Kabupaten Tangerang Kerap Pakai Formalin

Maya Sahurina | Selasa, 9 Juli 2019 | 12:59

| Dibaca : 14978

Makanan Mie Kuari Jati. (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Makanan berformalin di kabupaten tangerang semakin marak, karena harga bahan formalin murah dan mudahnya terhadap akses barang tersebut.

Widya Savitri, Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang mengatakan pihaknya sering menemukan olahan pangan yang mengandung formalin dan rhodamin b di pasar-pasar tradisional. Seperti mie kuning, pacar cina dan kue tradisional, pangan itu mengandung bahan berbahaya bagi tubuh manusia.

“Formalin biasa digunakan sebagai bahan pengawet dan banyak diperuntukan untuk pengawet mayat. Kalai rhodamin b biasa digunakan untuk pewarna makanan yang sebenarnya diperuntukan untuk pewarna tekstil, kertas dan plastik. Kedua zat itu tidak diperuntukan untuk makanan dan itu sangat bahaya.” jelasnya, Selasa (9/7/2019).

Widya menjelaskan, berdasarkan pengakuan pedagang dan analisa yang dilakukan pihaknya, penggunaan bahan berhaya tersebut dikarenakan harganya yang murah. Apalagi akses bahan berbahaya tersebut dapat dikatakan dijual bebas untuk masyarakat.

“Kemarin itu kita temukan di salah satu pasar tradisional bahan-bahan berbahaya atau bahan kimia itu dijual bebas dan kita tanya katanya dipergunakan untuk tempe," ujar Widya.

Baca Juga :

Tidak hanya Masyarakat yang berperan dalam mengawasi bahan formalin kata widya, pemerintah juga harus melakukan upaya, agar tidak ada lagi bahan formalin yang berbahaya. 

"Kita berharap selain masyarakat, pemerintah yang seharusnya punya kewenangan untuk menertibkan bahan-bahan kimia seperti formalin, boraks dan rhodamin b. Untuk menertibkan jalur distribusinya yang harus sesuai peruntukannya dan tidak boleh untuk makanan,” ujarnya.

Lanjut Widya, temuan terhadap zat-zat kimia tersebut masih marak di pasar tradisional, sementara untuk pasar modern seperti ritel modern atau swalayan tidak ada. Dikarenakan swalayan tersebut lebih selektif terhadap produk.

“Kalau semakin sering dikonsumsi pastinya menyebabkan penyakit dan lama-lama bisa menyebabkan kanker, bahkan sampai menyebabkan kematian dari kasus-kasus yang sudah terjadi,” tukasnya.(RAZ/HRU)

KOTA TANGERANG
Melintas di Kota Tangerang, Kendaraan Diuji Emisi Dadakan

Melintas di Kota Tangerang, Kendaraan Diuji Emisi Dadakan

Selasa, 17 September 2019 | 13:13

TANGERANGNEWS.com—Kendaraan pribadi dan angkutan barang yang melintas di sejumlah ruas jalan Kota Tangerang akan mengikuti pemeriksaan

TEKNO
Bersama Microsoft, Sinar Mas Land Pelopori Konsep Smart City di Indonesia

Bersama Microsoft, Sinar Mas Land Pelopori Konsep Smart City di Indonesia

Sabtu, 14 September 2019 | 17:36

TANGERANGNEWS.com- Sinar Mas Land akan mentransformasi BSD City menjadi _integrated smart City_dengan skala besar yang mudah diakses

AYO! TANGERANG CERDAS
Gebyar Kemerdekaan, Sinar Mas Land Asah Kreatifitas Anak Bangsa

Gebyar Kemerdekaan, Sinar Mas Land Asah Kreatifitas Anak Bangsa

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 15:11

TANGERANGNEWS.com-Memperingati Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, Sinar Mas Land melalui Rumah Pintar BSD City menyelenggarakan

TOKOH
Jadi Rektor UMT, Ini Profil Amarullah

Jadi Rektor UMT, Ini Profil Amarullah

Selasa, 9 Juli 2019 | 17:12

TANGERANGNEWS.com-Ahmad Amarullah resmi ditetapkan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) masa jabatan 2017–2021 atau melanjutkan jabatan almarhum Achmad Badawi yang meninggal dunia 4 Juni 2019 lalu.

"Semua pengalaman dalam hidup mengajarkan pada kita hal - hal yang penting untuk terus maju."

Brian Tracy