Atasi Banjir, Pemprov Banten Besok Mulai Normalisasi Sungai di Tangerang Raya
Senin, 26 Januari 2026 | 20:41
Masalah banjir menahun di wilayah Tangerang Raya kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 18 pejabat eselon II di Kabupaten Tangerang Bakal digeser bulan ini. Pergeseran atau rotasi ini akan berlaku juga bagi pejabat eselon III dan IV, namun akan dilakukan secara bertahap.
Surya Wijaya, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Tangerang mengatakan, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) telah menyusun nama-nama pejabat yang akan dirotasi.
"Pada prinsipnya kami sudah siap. Kami tinggal menunggu perintah Pak Bupati untuk melakukan rotasi jabatan tersebut dan melakukan pelantikan," ujarnya, Kamis (25/7/2019)
Surya menambahkan penyusunan jabatan telah selesai dilakukan oleh Baperjakat Kabupeten Tangerang sesuai dengan analisis jabatan dan beban kerja masing-masing OPD. Katanya, ada beberapa jabatan yang akan dimutasi sesuai keputusan.
"Ada 18 pejabat eselon II yang bakal digeser. Mereka sudah memenuhi syarat dan ketentuan. Misalnya sudah menduduki jabatan lebih dari 2 tahun atau syarat lainnya," paparnya.
Baca Juga :
Surya menyebutkan saat ini ada 7 jabatan eselon II yang kosong. Diantaranya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah.
Lalu, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, dan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik.(RAZ/HRU)
Masalah banjir menahun di wilayah Tangerang Raya kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengambil langkah tegas dalam merespons bencana banjir yang kerap melanda wilayah Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan).
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews