Cuma 2 Hari, Serunya Keliling Nusantara di Pesta Budaya Gading Serpong
Minggu, 5 April 2026 | 14:06
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) mulai membangun perpustakaan desa berbasis inklusi di Kabupaten Tangerang.
Perpustakaan yang disebut akan menjadi salah satu solusi mengatasi pengangguran itu dibangun di 6 Desa.
Rencananya, setelah diluncurkannya proyek percontohan ( pilot project ) itu, perpustakaan yang memadukan sarana membaca dengan kursus keterampilan tersebut akan diadaptasi di seluruh desa di Kabupaten Tangerang.
BACA JUGA:
Kepala Bidang pelayanan perpustakaan pada Dinas Perpusda Kabupaten Tangerang Masriana mengeklaim, model perpustakaan inklusi demikian akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi perpustakaan itu selama ini jadi pusat baca, sekarang bertransformasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dari literasi sehingga muncul kemandirian masyarakat," ujar Masriana, Selasa (6/8/2019).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendampingan untuk melihat potensi yang dapat dibentuk dari keenam desa yang menjadi percontohan, yakni Desa Pesanggrahan, Desa Sodong, Desa Margasana, Desa Tobat, dan Desa Cangkudu.
"Mereka membutuhkan keahlian apa saja, ini akan kami identifikasi permohonannya yang akan kita kerjasamakan dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain. Contoh mereka ingin ada kursus otomotif atau menjahit, 1 desa berapa orang yang mau dan kita petakan. dan kita sudah koordinasi dengan Disnaker (Dinas Tenaga Kerja), jadi kita kerjasamakan dengan leading sektornya," jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut akan menempatkan perpustakaan sebagai institusi pelopor gerakan literasi untuk kesejahteraan. Sehingga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
"jadi indikator masyarakat cerdas bagi kami adalah memahami literasi sehingga masyarakat memiliki kemampuan dan berdaya secara mandiri maupun kemasyarakatannya," pungkasnya.(MRI/RGI)
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TODAY TAGLibur lebaran telah usai, tapi masalah baru yang mesti dihadapi pemerintah pasca Ramadan justru mulai muncul, salah satunya adalah urbanisasi. Euforia gemerlapnya kota meracuni penduduk desa untuk bisa menikmatinya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pendidikan mulai membuka tahapan pra-Sistem Penerimaan Murid Baru (pra-SPMB) untuk jenjang Sekolah Dasar sejak Senin, 13 April 2026.
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews