8 Tahun Dibangun, Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati Jadi Destinasi Wisata Baru di Tangerang
Selasa, 21 Juli 2026 | 15:46
Kabupaten Tangerang kini memiliki destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi baru yang sarat akan nilai toleransi.
TANGERANGNEWS.com-Menyambut HUT RI ke 74, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang mengadakan pencatatan akte nikah gratis untuk pasangan non muslim di Gedung Graha Pemuda, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/8/2019).
Syafridun, Kepala Disdukcapil Kabupaten Tangerang mengatakan pencatatan akte nikah memang dikhususkan untuk pasangan non muslim yang telah melangsungkan pernikahan di gereja, namun belum membuat akte nikah.
"Itu penting sekali untuk memenuhi hak konstitusional masyarakat sebagaimana tujuan kependudukan, kita harus memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap status pribadi maupun status hukum warga negara Indonesia," ujarnya.
Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh 52 pasangan yang diajukan oleh gereja di Kabupaten Tangerang.
"Kita rencanakan 60, tapi yang hadir 52 pasang kalau tidak salah, yang lain berhalangan. Tentunya ini dari beberapa gereja ada yang mengajukan. Mereka kan akadnya itu istilahnya di gereja, tapi belum punya akte perkawinannya," jelasnya.
Syafrudin mengimbau kepada pasangan non muslim yang akan menikah untuk juga mencatatkan pernikahannya di Disdukcapil Kabupaten Tangerang agar dapat jelas legalitasnya.
"Saya berharap gereja juga memberikan pembinaan kepada pasangan yang akan menikah untuk mencatatkan pernikahan jemaatnya ke Disdukcapil Kabupaten Tangerang," pungkasnya.(RAZ/HRU)
Kabupaten Tangerang kini memiliki destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi baru yang sarat akan nilai toleransi.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews