Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64 dengan menggelar senam bersama, Jumat (6/9/2019).
Acara yang dilangsungkan di kantor Satlantas Polresta Tangerang di Tigaraksa itu diikuti ratusan peserta, diantaranya anggota Satlantas, juga perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh agama dan masyarakat, TNI dan masyarakat umum.

Dengan mengenakan tutup kepala khas berbagai suku bangsa di Indonesia, ratusan peserta itu melakukan senam bersama yang bertajuk Senam Nusantara.
Waka Polresta Tangerang AKBP Komarudin mengatakan acara tersebut dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64.

"Selain untuk menyikapi berbagai permasalahan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Tangerang, kami juga meneguhkan komitmen bersama masyarakat Kabupaten Tangerang untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.
Baca Juga :
Senam Nusantara itu juga sebagai simbol keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang yang terdiri dari berbagai suku bangsa namun tetap harmonis dalam kehidupan.
"Kami ingin menyampaikan dan menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Tangerang benar-benar solid dan cinta NKRI," pungkasnya.(RAZ/HRU)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGPalang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga penyintas kebakaran rumah yang terjadi di Jalan Karyawan 3, Gang Kenanga 2, Kecamatan Karang Tengah, Selasa 16 Juni 2026 lalu.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.
Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Tangerang mendesak agar pemerintah daerah (Pemda) dapat membuat regulasi terkait pencegahan LGBT.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews