Connect With Us

6 Desa di Jambe Diterjang Angin Puting Beliung

Maya Sahurina | Selasa, 12 November 2019 | 22:04

Tampak rumah warga di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang roboh akibat angin puting beliung yang menerjang, Selasa (12/11/2019). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Angin puting beliung menerjang enam desa di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/11/2019).

Peristiwa angin kencang disertai petir itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Hal itu dikatakan Camat Jambe Heru Ultari. Kata Heru, enam desa itu adalah Desa Tipar Raya, Desa Ranca Buaya, Desa Daru, Desa Ancol Pasir, Desa Taban, dan Desa Mekar Sari. 

BACA JUGA:

"Rumah yang roboh ada 2 buah, rusak berat 1 buah, rusak sedang 10 buah, dan rusak ringan 23 buah," ujarnya.

Saat ini, warga sudah berswadaya membereskan kerusakan akibat kejadian tersebut sambil menunggu  bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Tangerang.

"Kami akan usulkan secepatnya kepada BPBD agar warga dapat menerima bantuan darurat dari pemerintah Kabupaten Tangerang," imbunnya.

Heru menambahkan, semua korban akan mendapat bantuan sesuai dengan klasifikasi kerusakannya. Baik rusak ringan, rusak berat maupun rusak sedang.

"Yang rumahnya rusak berat atau roboh mungkin bantuannya lebih besar, tapi yang sedang dan ringan itu menyesuaikan," pungkasnya.(MRI/RGI)

HIBURAN
Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Rabu, 22 April 2026 | 09:06

Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan

KOTA TANGERANG
Evakuasi Biji Tasbih dari Dalam Hidung Balita, BPBD Kota Tangerang Ajak Naik Mobil Damkar

Evakuasi Biji Tasbih dari Dalam Hidung Balita, BPBD Kota Tangerang Ajak Naik Mobil Damkar

Rabu, 22 April 2026 | 18:59

UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Korban Kecamatan Periuk pada BPBD Kota Tangerang berhasil mengevakuasi sebuah biji tasbih yang tersangkut di dalam hidung seorang balita laki-laki berusia tiga tahun.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill