Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-SMP Negeri 2 Curug Kabupaten Tangerang dikunjungi empat delegasi dari negara Nepal, Bangladesh, Zambia dan Tanzania.
Kedatangan rombongan mancanegara itu dalam rangka ingin mengetahui program-program pemerintah daerah setempat, khususnya program Kurangi Sampah di Sekolah Kita (Kurasaki).
Anggota Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Imam Sutopo mengatakan, mereka datang mengunjungi sekolah di Kabupaten Tangerang karena ingin menerapkan program tersebut di negaranya.
"Tamu dari asing ini diajak untuk berkunjung melihat pembangunan sanitasi, karena Kabupaten Tangerang punya banyak sanitasi," ujar Imam, Selasa(26/11/2019).
Imam mengatakan, SMPN 2 Curug pun menjadi salah satu sekolah yang dipilih mereka untuk kunjungan.
"Sekolah ini yang menjadi etalase sementara program Kurasaki di Indonesia dan baru di Kabupaten Tangerang," ujar Imam.
Baca Juga :
Dia menuturkan, nantinya program tersebut juga akan diterapkan di seluruh sekolah Kabupaten Tangerang. "Sudah berjalan di 270 sekolah dan targetnya semua sekolah melakukan seperti ini," pungkasnya.
Sementara salah satu delegasi dari Negara Zambia, Chola menuturkan, pihaknya tertarik menerapkan cara mengurangi sampah di sekolah dengan program Kurasaki ini.
"Sangat bagus sekolah ini di sini, programnya juga karena bersih. Dan sangat menyenangkan untuk datang ke sini. Di negara kita belum ada makanya mengambil pelajaran dari sini. Sbenarnya dua-duanya mau diterapkan tapi lebih ke Kurasaki saja," pungkasnya.(RMI/HRU)
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Kini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
"Rumahku adalah surgaku", sebuah slogan yang menggambarkan bagaimana sebuah rumah menjadi tempat yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi penghuninya. Namun, hari ini rumah bukan lagi menjadi surga yang dirindukan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews