Petugas Sensus Ekonomi Sasar 1.500 Tenant di Tangcity Mall
Kamis, 9 Juli 2026 | 16:32
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menyasar rumah warga, tapi juga kawasan pusat perbelanjaan.
TANGERANGNEWS.com-Camat Panongan Rudi Lesmana menghimbau kepada para calon kepala desa (Cakades) untuk siap menang dan siap kalah. Jangan sampai nantinya ada perselisihan atau pun dendam.
"Setiap pemilihan demokrasi Kepala Desa (kades) pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Untuk yang menang jangan terlalu euforia dan yang kalah juga harus legowo," jelasnya, Kamis (28/11/2019).
Rudi menyebutkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Panongan diikuti 12 peserta di tiga desa, yakni Desa Panongan lima cakades, Desa Peusar lima cakades, Desa Serdang Kulon dua cakades.
"Karena ini semua hasil demokrasi dari masyarakat yang menentukan pada pilihannya, jadi diharapkan kepada semua calon kades nantinya sama-sama menjaga ketertiban," jelasnya.
Baca Juga :
Pihaknya juga telah melakukan berbagai kegiatan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusuhan ataupun provokatif lainnya.
"Kami bersama unsur polisi dan muspika lainnya sudah melakukan kegiatan seperti deklarasi damai, tertib, dan tenang, sampai hari masa tenang. Persiapan sudah lengkap dan kami juga sudah solid," katanya.
Untuk masyarakat, sendiri diharapkan pada 1 Desember 2019 datang ke tempat pemungutan suara (TPS) tepat pada waktunya.
"Biasanya kalo Pilkades, yakin semuanya pada dateng. Karena ini merupakan salah satu pesta demokrasi di desanya sendiri," tuturnya.
Kapolsek Panongan AKP Nana Supriyatna mengatakan, untuk pengamanan di tiga desa yang mengadakan pilkades tersebut, secara umum sampai saat ini situasinya masih kondusif.
"Dalam pengaman Pilkades di Panongan kami menerjunkan 109 personel gabungan TNI dan Polri," tuturnya.(RMI/HRU)
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menyasar rumah warga, tapi juga kawasan pusat perbelanjaan.
TODAY TAGTahun ajaran baru 2026/2027 segera dimulai. Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, seluruh siswa baru jenjang SMP akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews