Connect With Us

Cakades di Panongan Diimbau Tidak Saling Dendam

Muhamad Heru | Kamis, 28 November 2019 | 13:10

Camat Panongan Rudi Lesmana dan Kapolsek Panongan AKP Nana Supriyatna (kiri). (TangerangNews/2019 / Muhamad Heru)

 

TANGERANGNEWS.com-Camat Panongan Rudi Lesmana menghimbau kepada para calon kepala desa (Cakades) untuk siap menang dan siap kalah. Jangan sampai nantinya ada perselisihan atau pun dendam. 

"Setiap pemilihan demokrasi Kepala Desa (kades) pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Untuk yang menang jangan terlalu euforia dan yang kalah juga harus legowo," jelasnya, Kamis (28/11/2019).

Rudi menyebutkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Panongan diikuti 12 peserta di tiga desa, yakni Desa Panongan lima cakades, Desa Peusar lima cakades, Desa Serdang Kulon dua cakades.

"Karena ini semua hasil demokrasi dari masyarakat yang menentukan pada pilihannya, jadi diharapkan kepada semua calon kades nantinya sama-sama menjaga ketertiban," jelasnya.

Baca Juga :

Pihaknya juga telah melakukan berbagai kegiatan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusuhan ataupun provokatif lainnya. 

"Kami bersama unsur polisi dan muspika lainnya sudah melakukan kegiatan seperti deklarasi damai, tertib,  dan tenang, sampai hari masa tenang. Persiapan sudah lengkap dan kami juga sudah solid," katanya.

Untuk masyarakat, sendiri diharapkan pada 1 Desember 2019 datang ke tempat pemungutan suara (TPS) tepat pada waktunya.

"Biasanya kalo Pilkades, yakin semuanya pada dateng. Karena ini merupakan salah satu pesta demokrasi di desanya sendiri," tuturnya.

Kapolsek Panongan AKP Nana Supriyatna mengatakan, untuk pengamanan di tiga desa yang mengadakan pilkades tersebut, secara umum sampai saat ini situasinya masih kondusif.

"Dalam pengaman Pilkades di Panongan kami menerjunkan 109 personel gabungan TNI dan Polri," tuturnya.(RMI/HRU)

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

NASIONAL
Sudah Elektronik tapi Masih Perlu Fotokopi e-KTP saat Urus Administrasi Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Sudah Elektronik tapi Masih Perlu Fotokopi e-KTP saat Urus Administrasi Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026 | 10:20

Praktik fotokopi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga kini masih banyak ditemukan dalam berbagai urusan administrasi. Padahal, pemerintah menilai penggunaan fotokopi identitas tersebut sudah tidak lagi relevan di era digital.

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Petakan 28 Perlintasan KRL Green Line, 11 Titik Tanpa Palang Pintu

Pemkab Tangerang Petakan 28 Perlintasan KRL Green Line, 11 Titik Tanpa Palang Pintu

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:44

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melakukan pemetaan pada 28 titik perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur green line rute Tanah Abang-Rangkasbitung.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill