Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Luapan air Kali Sabi menggenangi wilayah RT01-04 di RW4, Perumahan Binong Permai, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang Rabu (1/1/2019). Di lokasi ini, ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 centimeter sampai satu meter.
"Banjir di sini karena kiriman air dari Kali Sabi. Kalau kali meluap, rumah kami kebanjiran," ujar Ujang, warga setempat, kepada TangerangNews.com.

Ada sekitar 100 kepala keluarga di perumahan tersebut yang terdampak banjir. Meski begitu, warga tetap bertahan di rumah masing-masing.
Selain Binong, luapan Kali Sabi juga merendam pemukiman warga di RW 13 Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua. Di lokasi ini, dikabarkan hampir 100 rumah yang tergenang air.
Baca Juga :

Sementara di Kecamatan Pasar Kemis, banjir merendam Perumahan Villa Regensi Tangerang 2, Desa Gelam Jaya. Di lokasi ini, RW 06 dan 07 yang terdampak dengan ketinggian air antara 30 sampai 40 centimeter.
"Di RW 6 sekitar 30 rumah yang kena banjir, kalau RW 7 sekitar 15 rumah. Air yang masuk ke dalam rumah sekitar 5 sampai 10 centimeter," ujar salah satu warga, Roni.(RMI/HRU)
TODAY TAGPemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews