Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Luapan air Kali Sabi menggenangi wilayah RT01-04 di RW4, Perumahan Binong Permai, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang Rabu (1/1/2019). Di lokasi ini, ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 centimeter sampai satu meter.
"Banjir di sini karena kiriman air dari Kali Sabi. Kalau kali meluap, rumah kami kebanjiran," ujar Ujang, warga setempat, kepada TangerangNews.com.

Ada sekitar 100 kepala keluarga di perumahan tersebut yang terdampak banjir. Meski begitu, warga tetap bertahan di rumah masing-masing.
Selain Binong, luapan Kali Sabi juga merendam pemukiman warga di RW 13 Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua. Di lokasi ini, dikabarkan hampir 100 rumah yang tergenang air.
Baca Juga :

Sementara di Kecamatan Pasar Kemis, banjir merendam Perumahan Villa Regensi Tangerang 2, Desa Gelam Jaya. Di lokasi ini, RW 06 dan 07 yang terdampak dengan ketinggian air antara 30 sampai 40 centimeter.
"Di RW 6 sekitar 30 rumah yang kena banjir, kalau RW 7 sekitar 15 rumah. Air yang masuk ke dalam rumah sekitar 5 sampai 10 centimeter," ujar salah satu warga, Roni.(RMI/HRU)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSebanyak 2.458 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten diproyeksikan memasuki masa pensiun hingga 2031. Tenaga pengajar menjadi kelompok yang paling banyak terdampak dalam proyeksi tersebut.
Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews